Berita Aceh Selatan
DPD KNTI Aceh Selatan Gelar Parade Perahu Nelayan di Perairan Bakongan Timur
Nelayan kecil tradisional perlu mendesak pemerintah untuk terus meningkatkan pemenuhan hak-hak nelayan tradisional.
Penulis: Taufik Zass | Editor: Taufik Hidayat
Laporan Taufik Zass | Aceh Selatan
SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN - Dalam rangka memperingati Hari Nusantara, DPD Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Aceh Selatan melakukan aksi parade perahu nelayan di kawasan perairan Bakongan Timur tepat di Desa Ujung Pulo Rayeuk, Senin (13/12/2021).
Sebelum melaksanakan parade yang diikuti puluhan perahu nelayan di Aceh Selatan, KNTI DPD Aceh Selatan menyampaikan beberapa aspirasi nelayan diantaranya, Pemenuhan akses dan ketersediaan BBM bersubsidi bagi nelayan kecil dan tradisional.
Ketua DPD KNTI Aceh Selatan, Jeri Rahmat didampingi para pengurus mengatakan bahwa Hari Nusantara sangat penting maknanya bagi nelayan, ini merupakan momentum untuk membangun pondasi pembangunan Indonesia berbasis kelautan yang mensejahterakan rakyat.
Meneruskan mandat dari Deklarasi Djuanda yang menegaskan bahwa laut menyatukan Indonesia, mempertegas kedaulatan bangsa, serta memberi kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia. "Peringatan Hari Nusantara menjadi momentum bagi nelayan kecil tradisional untuk mendesak pemerintah terus meningkatkan pemenuhan hak-hak nelayan," ucapnya.
KNTI meminta agar pemenuhan akses dan ketersediaan BBM bersubsidi bagi nelayan kecil. Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, BPH Migas dan Pertamina diminta harus segera mempercepat proses kemudahan akses, penyediaan infrastruktur SPBUN, dan memastikan alokasi BBM bersubsidi yang mencukupi kebutuhan nelayan kecil dan tradisional.
"Serta pemerintah harus melakukan terobosan terkait perlengkapan dokumen/surat surat kapal nelayan. Untuk memperkuat hal ini, KNTI mendorong perubahan Perpres Nomor 191 tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar minyak, serta mendorong penggunaan Kartu KUSUKA sebagai alat untuk nelayan mengakses BBM Bersubsidi," tegas Jeri Rahmat.
Baca juga: Terkuak, Ternyata Ini Penyebab Ketua Harian & Bendahara PDA Mundur, Bukan Hanya Karena Fokus Bekerja
Ia melanjutkan pemerintah juga harus memperkuat skema perlindungan dan keselamatan nelayan akibat dampak perubahan iklim dan kecelakaan di laut. Cuaca ekstrem dan ombak yang besar menyebabkan perahu nelayan kecil yang bersandar juga sering mengalami kerusakan, pun demikian dengan rumah-rumah nelayan dipesisir yang menjadi langganan terendam rob dan hantaman gelombang dan angin, serta perlumya perlindungan terhadap nelayan masalah Asuransi jiwanya.
"Untuk langkah pertama KNTI ACEH SELATAN telah melakukan sosialisasi dengan Nelayan terkait asuransi melalui BPJS Ketenagakerjaan, dengan begitu kami berharap agar pemerintah daerah dapat memberikan subsidi terkait iuran yang di tetapkan oleh BPJS Ketenagakerjaan," jelas Jeri Rahmat.
Pihaknya berharap pemerintah daerah / Provinsi agar benar-benar memperhatikan hak-hak nelayan, pembudidaya, serta hak nelayan perempuan pesisir, mengingat kontribusi nelayan perempuan itu sangat nyata dalam melakukan usaha perikanan, misalnya di Desa Ujung Puloe Rayeuk, Kecamatan Bakongan Timur sekitar 25% perempuan pesisir di desa tersebut melakukan usaha pengolahan ikan.
"Dengan begitu haruslah oleh pemerintah melakukan pemberdayaan untuk meningkatkan/menopang taraf ekonomi rumah tangganya," harapnya.
Baca juga: BREAKINGNEWS - Mayat Ditemukan di Sungai Kombih Subulussalam, Diduga Korban Mobil Travel Jatuh
Ia melanjutkan, dalam memberikan bantuan kepada nelayan, KNTI Aceh Selatan berharap kepada pemerintah harus benar-benar di terima langsung oleh nelayan yang betul-betul membutuhkan. "Pemerintah harus selektif dalam menerima pengajuan bantuan agar tetap sasaran serta nelayan kecil dan tradisional sejahtera," tambahnya.
Sementara itu, lanjutnya, terkait pemamfaatan Kartu Kusuka/E-Kusuka pemerintah harus mengkoneksikan kartu indentitas pelaku usaha perikanan tersebut dengan program-program inti seperti pengajuan bantuan, untuk mendapatkan BBM bersubsidi, akses permodalan, agar benar benar dapat memberikan mamfaat nyata terhadap nelayan pemegang kartu Kusuka serta untuk menghindari pemegang kartu yang bukan aktivitasnya sebagai pelaku usaha kelautan dan perikanan.
"Kami KNTI Aceh Selatan siap membantu pemerintah daerah untuk melakukan penginputan data nelayan, karena KNTI Aceh Selatan telah di beri kesempatan oleh Kementrian Kelautan Dan Perikanan (KKP) dalam hal ini Pusat data dan informasi KKP (PUSDATIN KKP) untuk bisa menginput langsung data nelayan tersebut agar tepat sasaran," pungkasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/parade-perahu-nelayan-aceh-selatan.jpg)