Breaking News:

Opini

Victim Blaming VS Playing Victim

Dalam perspektif viktimologi, korban kejahatan memiliki tipologi sendiri, apakah tingkat kerentanannya (victims culpability), tingkat hubungan

Editor: bakri
Victim  Blaming VS Playing Victim
IST
Syarifah Rahmatillah, S. HI, MH,Dosen Victimologi dan Kriminologi Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar Raniry

(Kasus Korban Kekerasan Seksual)

Oleh Syarifah Rahmatillah, S. HI, MH,Dosen Victimologi dan Kriminologi Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar Raniry

Tulisan ini merupakan dukungan terhadap kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan.

Bahwa ada banyak perempuan yang hingga hari ini masih menjadi korban (victim) tindak kekerasan seksual.

Dalam perspektif viktimologi, korban kejahatan memiliki tipologi sendiri, apakah tingkat kerentanannya (victims culpability), tingkat hubungan dengan pelaku kejahatan yang berkontribusi terjadinya kejahatan terhadap dirinya (victims precipitation) dan tingkat kealpaan korban (victims culpability) dalam hubungannya dengan tindak pidana yang terjadi.

Benjamin Mendelsohn (1956) menyebutkan bahwa ada enam kategori korban.

Pertama adalah korban yang benar-benar tidak bersalah (innocent), kedua adalah korban dengan kadar kontribusi kesalahan yang minimal (victims with minor guilt), ketiga adalah korban yang memiliki kadar kebersalahan yang sama dengan sang pelaku.

Keempat adalah korban yang lebih bersalah dari pelaku (victims are more guilty than the offender); kelima adalah korban adalah satu-satunya pihak yang bersalah (dalam kasus pelaku yang kemudian malah terbunuh sendiri) dan terakhir adalah korban imajiner (imaginary victim), yaitu korban yang mengaku dirinya sebagai korban, padahal ia tidak menderita apa pun.

Relasi antara korban dan pelaku kejahatan terbagi dalam dua tingkatan, yaitu tingkat kerentanan korban (victims vulnerability) dan tingkat kealpaan korban (victims culpability).

Kealpaan korban merujuk pada situasi di mana korban secara sadar atau tidak telah turut berkontribusi terhadap kejahatan yang terjadi pada dirinya (Von Hentig, 1948).

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved