Jumat, 15 Mei 2026

Ayah Korban Mobil Travel: Pulanglah Anakku!

Nak, pulanglah anakku, besok Adek wisuda, ayah sudah di sini menunggu,” demikian antara lain kalimat

Tayang:
Editor: bakri
Serambi Indonesia
Zubir Hasan, ayahanda Tata Agusniati, salah satu korban mobil travel Toyota Kijang Innova BL 1537 EF yang jatuh ke jurang dan masuk dalam sungai Lae Kombih, Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara. 

* Hari Keempat Pencarian Tak Membuahkan Hasil

SUBULUSSALAM - “Nak, pulanglah anakku, besok Adek wisuda, ayah sudah di sini menunggu,” demikian antara lain kalimat yang terucap dari bibir pria paruh baya bernama Zubir Hasan, saat berbincang-bincang dengan Serambi, Rabu (15/12/2021).

Zubir adalah ayahanda Tata Agusniati, satu dari enam penumpang mobil travel Toyota Kijang Innova BL 1537 EF yang terjun ke jurang dan masuk dalam sungai Lae Kombih, Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara, pada Minggu (12/12/2021).

Raut wajah tuanya tampak menahan remuknya hati pria berusia 53 tahun ini.

Seketika tampak dari kelopak matanya mengalir bulir bening hingga ke pipinya yang mulai berkerut.

Isak tangis pun pecah, Zubir tersedu sambil menyeka air matanya yang tak berhenti mengalir dari bola mata.

“Saya tidak bisa ngomong, kalau ngomong begini lah, menangis, saya sedih, hati saya remuk.

Anak saya cuma dua, sekarang satu sudah hilang akibat kecelakaan,” ungkap Zubir tersedu-sedu.

Padahal, menurut Zubir, Kamis (16/12/2021) sejatinya adalah momen bahagia bagi dirinya dan keluarga karena besok (hari ini-red) putri pertamanya itu dijadwalkan mengikuti wisuda S1 Kebidanan di Institut Kesehatan Helvetia, Medan, Sumatera Utara.

“Bagaimana hancurnya perasaan kami, karena besok (hari ini-red) seharusnya anak saya itu diwisuda.

Dia kuliah dengan susah payah.

Walaupun saya tidak punya uang, tapi buat pendidikan anak, apapun saya perjuangkan,” ungkap Zubir.

Zubir mengatakan, semua sudah disiapkan untuk menyaksikan proses wisuda sang putri tercinta.

Seharusnya, sambung Zubir, ia dan keluarga lain berjumlah delapan orang akan menyusul Tata ke Medan pada Selasa (14/12/2021).

Tapi apa daya, kepergian anaknya ke Medan ternyata berujung duka dan tidak pernah kembali.

Zubir dan keluarga memang menyusul namun untuk mencari keberadaan sang putri, bukan menyaksikan prosesi wisudanya.

Padahal, sebagai orang tua, Zubir sangat rindu menyaksikan prosesi wisuda anak tercintanya sebagaimana ayah-ayah yang lain.

Tata, kata Zubir, adalah sosok anak yang baik, giat belajar, dan berprestasi.

Di sekolah, dia selalu meraih prestasi.

Sebagai keluarga korban yang anaknya belum ditemukan, Zubir berharap kepada tim pencari dan pemerintah maupun pihak terkait lain agar tidak menghentikan pencarian sebelum semua korban ditemukan.

“Walau nanti anak saya sudah ditemukan, kami berharap korban lain juga tetap dicari hingga ditemukan.

Jangan sampai pencarian korban dihentikan sebelum semuanya ditemukan,” harap Zubir.

Tata Agusniati adalah rekan dari Khairumi, korban kecelakaan mobil yang sama dan jenazahnya pertama kali ditemukan pada Senin (13/12/2021).

“Harusnya ponakan kami ini mengikuti yudisium hari ini (Senin-red) di Medan, bersama rekannya Khairumi yang jenazahnya sudah ditemukan,” ujar Hery, paman Tata Agusniati dalam bincang-bincang dengan Serambi via telepon seluler, empat hari lalu.

Menurut Hery, Tata adalah anak pertama pasangan Zubir Hasan dan Samsidar.

Ia merupakan sosok pendiam dan kalem serta giat belajar dan teguh mengejar cita-cita.

Itu dilakukannya demi mengejar masa depannya dan ingin membahagiakan kedua orang tuanya.

Sebelum berangkat, Tata menitip pesan pada adiknya, Anisa Ramadhani, agar menggunakan pakaian yang bagus nantinya.

“Ada pakaian yang ditinggalkan buat adeknya tersayang untuk menghadiri acara wisuda, namun Allah berkehendak lain,” ucap Hery dengan nada terisak.

Saking tekun dan fokusnya belajar, Tata yang masih belia ini tidak memiliki akun media sosial (medsos) seperti facebook atau Instagram, twitter, maupun akun lainnya.

Hanya temukan tas

Hingga kemarin, baru tiga dari tujuh korban kecelakaan mobil itu yang berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Ketiga korban itu adalah Khairumi (penumpang) yang ditemukan pada Senin (13/12/2021), serta Fitri Elfirati (penumpang) dan Arman Yusuf (sopir) yang jenazahnya ditemukan pada Selasa (14/12/2021).

Sementara itu, upaya pencarian korban yang dilakukan tim gabungan bersama masyarakat pada Rabu (15/12/2021) atau hari keempat setelah kejadian tidak membuahkan hasil.

Pantauan Serambi, tim gabunganterus menyisir aliran Sungai Lae Kombih mulai dari kawasan air terjun Kedabuhen, Desa Jontor hingga kawasan Sikelang, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam.

Kemarin, tim hanya menemukan satu tas yang diduga milik penumpang mobil nahas tersebut.

“Hari ini (kemarin-red), kami menyisir sungai Lae Kombih mulai dari Kedabuhen sampai ke Sikelang, tapi tidak ada korban yang ditemukan,” kata Aipda Zulfan Efendi, salah seorang anggota tim pencarian korban.

Lokasi pencarian korban mobil travel asal Meulaboh, Aceh Barat, jaraknya belasan kilometer dari tempat mobil tersebut jatuh.

Mobil yang disopiri Arman Yusuf (50) itu jatuh ke jurang sedalam puluhan meter di Dusun Buluh Didi, Desa Tanjung Mulia, Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe (STTUJ), Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara.

Diduga, korban sudah terseret arus ke bawah sungai yang melintas hingga ke Kota Subulussalam.

Dugaan lain, ada mayat korban yang kemungkinan sudah terbawa arus ke bawah atau kawasan Pelayangan.

Sementara itu, keluarga para korban sampai tadi malam masih berada di lokasi tempat pendaratan jenazah korban yakni tempat pemandian Desa Sikelang, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam.

Di sana ada keluarga dari empat korban yang belum ditemukan yaitu Tata Agusniati (22), Sudarsih (63), Muhammad Amri Lubis (30) dan Masdi (49).

Mereka berteduh di tenda yang dibangun di tepi sungai Lae Kombih.

Muhammad Amri Lubis adalah warga Desa Kuta Trieng, Kecamatan Labuhan Haji Barat, Aceh Selatan

Tata Agusniati adalah mahasiswi STIKes Helvetia Medan yang beralamat di Desa Seuneubok, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat

Sudarsih (perempuan), warga Desa Ujung Baroh, Kecamatan Johan Pahlawan

Masdi (pria), karyawan swasta yang beralamat di Jalan B Wijaya Kesuma, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan. (lid)

Baca juga: VIDEO Pelukan Terakhir Abu Bismi untuk Anaknya, Fitri Elfirati, Korban Mobil Travel di Pakpak Bharat

Baca juga: Mayat Sopir dan Satu Lagi Penumpang Mobil Travel Ditemukan

Baca juga: Lagi, Korban Mobil Travel Masuk Jurang Ditemukan, Fitri Elfiranti Asal Nagan Raya

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved