Breaking News:

Festival Pantun Melayu

Dunia Melayu Tunjuk Aceh Tuan Rumah Festival Pantun Melayu Tingkat Internasional

Pantun memiliki arti penting bagi masyarakat Melayu bukan hanya sebagai alat komunikasi sosial, tapi juga nilai budaya dan agama sebagai panduan moral

Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Taufik Hidayat
hand over dokumen pribadi
Aidi Kamal 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Setelah sukses melaksanakan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Internasional Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI), Provinsi Aceh kembali mendapat kepercayaan dari Dunia Melayu untuk menyelenggarakan Festival Pantun Melayu Tingkat Internasional pada Mei 2022. 

Sekretaris DMDI Aceh, Drs Aidi Kamal MM mengatakan penunjukkan Aceh sebagai tuan rumah penyelenggaraan Festival Pantun Melayu Tingkat Internasional tahun 2022 disampaikan oleh Ketua Biro Budaya DMDI Melaka, Prof Dr Abdul Latif MA.

“Ini sebuah kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Aceh, dimana Aceh kembali dipercayakan sebagai tuan rumah pelaksanaan even internasional oleh DMDI pusat di Melaka, Malaysia,” kata Aidi Kamal kepada Serambinews.com, Minggu (19/12/2021).

Sebelumnya, DMDI pusat memilih Aceh untuk melaksanakan MTQ Internasional pada 13-16 Desember 2021 di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. Kegiatan itu berakhir dan ditutup pada Rabu (15/12/2021) malam. MTQ Internasional DMDI diikuti oleh 35 peserta putra putri. 

Mereka berasal dari 15 provinsi di Indonesia dan lima negara yaitu Malaysia, Singapura, Thailand, Australia, dan Afrika Selatan. Peserta dari Indonesia hadir langsung ke Banda Aceh, sedangkan peserta dari luar negeri mengikuti kegiatan tersebut secara virtual.

Sama seperti saat mengikuti MTQ Internasional, kali ini DMDI Aceh kembali mengundang peserta dari 22 negara yang tergabung dalam perserikatan dunia melayu, termasuk Arab Saudi. “Fetival ini bertujuan untuk menghidupkan kembali pantun melayu,” ujar Aidi. 

Baca juga: Wakaf Saudagar Aceh Sayid Husein Aidid di Pulau Pinang untuk Pendidikan Dunia Melayu

Seperti diketahui, Pantun sudah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda  oleh Unesco di Paris, Prancis pada 17 Desember 2019. Nominasi Pantun diajukan secara bersama oleh Indonesia dan Malaysia dan kini menjadi tradisi budaya Indonesia ke-11 yang diakui oleh Unesco.

Unesco menilai Pantun memiliki arti penting bagi masyarakat Melayu bukan hanya sebagai alat komunikasi sosial, namun juga kaya akan nilai-nilai budaya dan agama yang mejadi panduan moral. Pesan yang disampaikan melalui Pantun umumnya menekankan keseimbangan dan harmoni hubungan antarmanusia.

“Kami meminta kepada peserta yang akan mengikuti Festival Pantun Melayu Tingkat Internasional pada Mei mendatang untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin. Ini adalah ajang bergengsi yang dilaksanakan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan,” demikian Aidi Kamal.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved