Breaking News:

Jurnalisme warga

Quo Vadis Perempuan Indonesia?

Laki-laki begitu dominan menjadi pemegang kekuasaan utama dalam berbagai peran publik, seperti pemimpin politik, otoritas moral, hak sosial

Editor: bakri
Quo Vadis Perempuan Indonesia?
For Serambinews.com
MARTHUNIS, M.A., Pendidik dan Direktur Sekolah Sukma Bangsa Pidie, Aceh, melaporkan dari Sigli Budaya patriarki masih melekat kuat dalam sistem sosial kita

* (Refleksi Peluncuran Buku 21 Wanita Perkasa yang Ditempa oleh Budaya Aceh)

OLEH MARTHUNIS, M.A., Pendidik dan Direktur Sekolah Sukma Bangsa Pidie, Aceh, melaporkan dari Sigli Budaya patriarki masih melekat kuat dalam sistem sosial kita.

Perempuan kerap dipandang dan ditempatkan sebagai warga kelas dua.

Sedangkan laki-laki begitu dominan menjadi pemegang kekuasaan utama dalam berbagai peran publik, seperti pemimpin politik, otoritas moral, hak sosial, dan lain-lain.

Bahkan, dalam beberapa aspek, interpretasi agama pun sering bias terhadap perempuan.

Akibatnya, perempuan mengalami diskriminasi, kekerasan, hingga tak dipenuhi hak-haknya.

Problem perempuan

Tindakan afirmasi untuk memberdayakan perempuan di ranah publik sudah banyak dilakukan.

Salah satunya adalah dengan mendorong perempuan untuk berkiprah di ranah politik praktis.

Pada 2007, Undang-Undang Nomor 22 tentang Penyelenggara Pemilu—kemudian direvisi pada 2017 dengan Undang-Undang Nomor 7 tentang Pemilihan Umum—mengatur komposisi pengurus partai, penyelenggara pemilu dari mulai anggota KPU sampai anggota KPSS, Bawaslu, bakal calon anggota DPRD kabupaten, DPRD provinsi dan DPR RI, harus memperhatikan keterwakilan perempuan minimal 30 persen.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved