Breaking News:

Opini

Di Manakah Shubuh Kita?

Saat gempa dan tsunami Allah kirimkan ke sini, pagi, moga kita dan saudara kita telah tunaikan kewajiban: shalat shubuh

Editor: bakri
Di Manakah Shubuh Kita?
IST
Muhammad Yakub Yahya, Imam Rawatib Masjid Al-Mukarramah Punge Jurong, Banda Aceh

* (Catatan Pagi Ahad, 26 Desember 2004 dan 2021)

Oleh Muhammad Yakub Yahya, Imam Rawatib Masjid Al-Mukarramah Punge Jurong, Banda Aceh

Saat gempa dan tsunami Allah kirimkan ke sini, pagi, moga kita dan saudara kita telah tunaikan kewajiban: shalat shubuh.

Namun siapa bisa bantah, jika ada yang belum shalat, lantaran mungkin begadang semalam suntuk, malam Ahad, malam panjang? Mungkin pula sudah shalat, tapi lanjutkan bobok.

Atau memang bangun, tapi tak mau shalat.

Maka di saat merenung 17 tahun musibah, 26 Desember 2004, sama dengan 26 Desember 2021, sama-sama pagi Ahad.

Di manakah shubuh kita, pagi Ahad.

Dengan lain pertanyaan, soal yang mirip dengan judul di atas ialah, “Shalat shubuh atau tidak, kita tadi?” Jika memang terbangun, “Pukul berapa kita shalat shubuh tadi?” Dan jika ada, “Bagaimana cara kita shalat shubuh tadi?” Sejujurnya, bukan cuma untuk tadi pagi, jawaban atas muhasabah di atas, tapi juga introspeksi untuk shubuh yang kemarin, besok, dan esok.

Penampakan Masjid Darul Makmur Gampong Lambaro Skep, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh 10 hari pascabencana tsunami 26 Desember 2004. Di atas kubah masjid itulah (tanda lingkaran) puluhan warga menyelamatkan diri saat gelombang tsunami menerjang.
Penampakan Masjid Darul Makmur Gampong Lambaro Skep, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh 10 hari pascabencana tsunami 26 Desember 2004. Di atas kubah masjid itulah (tanda lingkaran) puluhan warga menyelamatkan diri saat gelombang tsunami menerjang. (SERAMBINEWS/Foto dokumentasi fatih kumar)

Setiap menuding ke jidat orang, ada shalat atau belum, tentu awali dulu melirik ke kamar tidur sanak famili, apakah dia masih memeluk guling saat dikumandangkan, “Ashshaalatu khairum minan naawm”.

Sebelum berapi-api menceramahi saudara kita yang jauh, ceramahi dulu pada saudara kita yang satu ruang kerja dengan kita, apakah dia sudah mematikan komputer saat azan atau malah masih asyik dengan layar maya dan main game (pakai arus dan falistas dengan uang negara).

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved