Breaking News:

Internasional

Arab Saudi Bombardir Milisi Houthi di Yaman, Kamp Militer dan Gudang Senjata Hancur Lebur

Jet tempur koalisi pimpinan Arab Saudi, kembali menggempur milisi Houthi di Yaman. Serangan udara pada Minggu (26/1/2021) menargetkan sebuah kamp

Editor: M Nur Pakar
AFP/MOHAMMED HUWAIS
Warga Yaman memeriksa kerusakan menyusul serangan udara jet tempur koalisi pimpinan Arab Saudi yang menargetkan ibu kota Sanaa, Yaman, Jumat (24/12/2021). 

SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Jet tempur koalisi pimpinan Arab Saudi, kembali menggempur milisi Houthi di Yaman.

Serangan udara pada Minggu (26/1/2021) menargetkan sebuah kamp milisi Houthi di ibu kota Sanaa.

Arab Saudi terus mengintensifkan kampanye pengeboman udara terhadap pemberontak yang didukung Iran.

Koalisi, yang mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional mengatakan menghancurkan gudang senjata Houthi,

"Operasi udara di Sanaa merupakan tanggapan langsung terhadap upaya mentransfer senjata dari kamp Al-Tashrifat di Sanaa," katanya koalisi.

Koalisi menambahkan telah menghancurkan gudang senjata milisi oOuthi di Sanaa.

Baca juga: Jet Tempur Koalisi Pimpinan Arab Saudi Bumihanguskan Sembilan Gudang Senjata Houthi di Sanaa

Koalisi itu mengadakan konferensi pers pada Minggu (26/12/2021) untuk mmenunjukkan bukti keterlibatan Hizbullah Lebanon yang didukung Iran dalam konflik Yaman.

Arab Saudi telah lama menuduh Iran memasok Huthi dengan senjata canggih.

Sedangkan perwakilan Hizbullah melatih para pemberontak, tuduhan yang dibantah Republik Islam iran itu.

Yaman telah dilanda perang saudara sejak 2014 yang mengadu pemerintah melawan Houthi yang menguasai sebagian besar wilayah utara.

Puluhan ribu orang telah tewas, dalam apa yang PBB digambarkan sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Koalisi melancarkan operasi militer skala besar terhadap milisi Houthi pada Sabtu (25/1/2021).

Baca juga: Bandara Abha Jadi Target Serangan Drone Miliisi Houthi, Dua Kali Dalam Sehari

Setelah rudal yang ditembakkan oleh milisi Houthi menewaskan dua orang di kerajaan itu, kematian pertama dalam tiga tahun ini.

Serangan udara itu menewaskan tiga warga sipil, termasuk seorang anak dan seorang wanita, kata petugas medis Yaman kepada AFP.

Koalisi mempertahankan operasinya sesuai hukum internasional.

Arab Saudi telah berulang kali mendesak Houthi agar tidak menggunakan warga sipil sebagai tameng manusia.

Koalisi telah mengintensifkan serangan udara di Sanaa mulai awal pekan ini, menargetkan bandara.

Pperasional bandara telah dihentikan karena blokade yang dipimpin Saudi sejak Agustus 2016, dengan pengecualian untuk penerbangan bantuan.

Baca juga: Tentara Yaman Serang Lokasi Pertemuan Milisi Houthi di Saada, Jenderal Yaman Tewas

Sementara itu, Houthi sering meluncurkan rudal dan drone ke Arab Saudi, menargetkan bandara dan infrastruktur minyaknya dari bandaranya.

PBB memperkirakan perang Yaman merenggut 377.000 nyawa pada akhir tahun ini, baik dampak langsung maupun tidak langsung.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved