Breaking News:

Tirta Mon Mata

PDAM Aceh Jaya Rugi Rp 4,9 Miliar Akibat Pelanggan Menunggak, Mahasiswa Minta Manajemen Dievaluasi

Para pelanggan di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mon Mata, Kabupaten Aceh Jaya, menunggak pembayaran rekening air....

Penulis: Riski Bintang | Editor: Eddy Fitriadi
Dok Humas
Bupati Aceh Jaya Launching aplikasi SIMADA BLUD Spam Tirta Mon Mata yang dilaksanakan di halaman kantor setempat, Kecamatan Krueng Sabee, Aceh Jaya, Kamis (23/12/2021). PDAM Aceh Jaya Rugi Rp 4,9 Miliar Akibat Pelanggan Menunggak, Mahasiswa Minta Manajemen Dievaluasi. 

Laporan Riski Bintang | Aceh Jaya

SERAMBINEWS.COM, CALANG - Para pelanggan di Perusahaan Daerah Air Minum ( PDAM) Tirta Mon Mata, Kabupaten Aceh Jaya, menunggak pembayaran rekening air hingga mencapai Rp 4,9 miliar.

Hal itu disampaikan Kepala BLUD PDAM Tirta Mon Mata, Muhadi kepada Serambinews.com, Minggu (26/12/2021).

Menanggapi hal tersebut, salah satu tokoh mahasiswa kabupaten Aceh Jaya, Ilham memberikan komentar.

Dalam keterangan tertulis yang disampaikan dirinya kepada Serambinews.com, Ilham menilai ada beberapa kejanggalan dari pernyataan yang disampaikan oleh Kepala BLUD Spam Tirta Mon Mata, Muhadi.

"Yang pertama kepala PDAM Tirta Mon Mata harus membuka data kepada publik terkait tunggakan ini, agar terang dan tidak menimbulkan dugaan ini dan itu," ucapnya.

"Kemudian, kenapa tunggakan sebesar itu," terangnya.

Ilham mengungkapkan, tunggakan Rp 4,9 miliar itu harus dilihat penyebabnya hingga bisa terjadi dalam kurun waktu 10 tahun lebih.

"Kita juga harus melihat mengapa tunggakan ini menjadi sangat besar, kalau memang penunggakan ini sudah terjadi dari sepuluh tahun yang lalu berarti ada yang salah dari pengelolaan dan pembayaran," tutur Ilham.

Dirinya meminta DPRK Aceh Jaya untuk memanggil manajemen BLUD Spam Tirta Mon Mata untuk mempertanyakan sistem pengelolaan sehingga dapat menimbulkan tunggakan besar dengan durasi lama.

"Kalau alasan pandemi saya rasa tidak logis, apalagi tunggakan disampaikan sudah dari 2010 sedangkan pandemi baru terjadi pada 2019, kalau ada alasan yang bisa dinalar," tegasnya.

"Dibayar atau tidak oleh masyarakat sebagai konsumen itu kembali lagi bagaimana cara komunikasi yang dibangun oleh BLUD Spam Tirta Mon Mata, kalau hingga saat ini sepertinya pengelola gagal dalam komunikasi hingga menunggak yang begitu besar," tutupnya.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved