Rabu, 3 Juni 2026

Berita Lhokseumawe

Setelah Etnis Rohingya Mendarat di Lhokseumawe, UNHCR Kembali puji Indonesia dan Aceh

UNHCR di bawah Badan PBB untuk Urusan Pengungsi, memuji pemerintah Indonesia dan Pemerintah Aceh atas izin pendaratan rohingya

Tayang:
Penulis: Zaki Mubarak | Editor: Muhammad Hadi
Dok Kodim Aceh Utara
105 warga etnis Rohingnya telah berada di BLK Kandang, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, Jumat (31/12/2021) 

Laporan Zaki Mubarak | Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - UNHCR di bawah Badan PBB untuk Urusan Pengungsi, memuji pemerintah Indonesia dan Pemerintah Aceh atas izin pendaratan, Jumat (31/12/2021) yang diberikan kepada 105 orang (8 pria, 50 wanita, 47 anak–anak) pengungsi Rohingya yang telah beberapa hari terombang ambing dalam kapal di perairan Bireuen.

Kapal yang berpenumpang mayoritas wanita dan anak-anak itu telah berada di laut dengan kondisi yang berbahaya selama tiga minggu. 

Kapal yang rusak dan tidak layak berlayar tersebut pertama kali terlihat di perairan dekat Bireuen, sebelah utara Aceh, pada tanggal 26 Desember 2021. 

“Kami sangat berterimakasih kepada Indonesia dan terkhususnya masyarakat Aceh yang telah membuktikan semangat kemanusiaan mereka dan menunjukkan bahwa tindakan penyelamatan jiwa harus selalu menjadi prioritas utama.

Memfasilitasi pendaratan darurat bagi kapal yang berada dalam kesulitan dan memberikan bantuan guna mencegah kehilangan jiwa merupakan tindakan kemanusiaan yang sangat penting untuk dilakukan,” ucap Ann Maymann, Kepala Perwakilan UNHCR di Indonesia dalam siaran pers kepada Serambinews.com, Sabtu (1/1/2022).

Baca juga: Seratusan Rohingya yang Baru Tiba di Lhokseumawe Langsung Diswab Antigen, Ini Hasilnya 

Ia menyebutkan, Indonesia telah beberapa kali mengambil tindakan yang patut dijadikan contoh oleh negara lainnya.

Setelah memberikan bantuan kemanusiaan dan penyelamatan jiwa bagi pengungsi Rohingya di kapal di Aceh pada tahun 2015, 2018, dan 2020, serta yang terbaru dimana 81 pengungsi Rohingya diselamatkan di lepas pantai Aceh Timur pada bulan Juni 2021. 

Setelah pendaratan pengungsi, kondisi penerimaan yang aman dan manusiawi, yang disertai akses terhadap perlindungan internasional, termasuk prosedur suaka, adalah hal yang juga sangat krusial. 

Saat ini Staf UNHCR sudah berada di lapangan dan bekerjasama secara intensif dengan pemerintah, masyarakat setempat, badan PBB lainnya, serta mitra organisasi kemanusiaan.

Hal tersebut untuk memastikan agar para pengungsi menerima perawatan dan bantuan yang dibutuhkan secepatnya. 

Baca juga: VIDEO TNI AL Tarik Kapal Pengungsi Rohingya yang Terapung di Lautan

"Termasuk juga pemeriksaan kesehatan COVID-19 yang sesuai dengan standar internasional dan protokol kesehatan publik," sebutnya.

Fakta bahwa kelompok rentan yang terdiri dari wanita, pria dan anak–anak tetap menempuh 
perjalanan beresiko tinggi di Teluk Benggala dan Laut Andaman.

Menunjukkan betapa pentingnya bagi negara–negara untuk bekerja sama demi mencapai solusi regional dalam mengatasi perpindahan maritim yang tidak teratur. 

UNHCR menekankan himbauannya terhadap negara–negara di kawasan ini untuk bersatu padu dalam prinsip solidaritas dan pemerataan tanggung jawab untuk mengatasi masalah perlindungan dan kebutuhan kemanusiaan pengungsi serta pencari suaka di laut.(*)

Baca juga: Tu Sop Lantik Pengurus BMU Aceh Jaya, Ini Kata Irfan TB

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved