Breaking News:

Opini

Menyongsong Aceh 2022: Kolektivisme dan Produktivitas

Tidak hanya di level eksekutif dan legislatif di Aceh, kisruh antara dua kampus terbesar di Aceh terkait tapal batas juga membuat saya

Editor: bakri
Menyongsong Aceh 2022: Kolektivisme dan Produktivitas
FOR SERAMBINEWS.COM
Asrul Sidiq, Dosen Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Syiah Kuala, Peneliti ICAIOS

Oleh Asrul Sidiq, Dosen Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Syiah Kuala, Peneliti ICAIOS

Tahun 2021 kita dipertontonkan dengan ketidakakuran antara eksekutif dan legislatif.

Tidak hanya di level eksekutif dan legislatif di Aceh, kisruh antara dua kampus terbesar di Aceh terkait tapal batas juga membuat saya bertanya-tanya apakah sesudah lama berada dalam konflik vertikal, Aceh kini berada dalam konflik horizontal?

Kenapa kolektivisme dalam mencapai visi bersama terkesan begitu sulit?

Bukankah kita punya slogan beudoh beusaree? Secara empiris kita melihat fenomena program rumah dhuafa baru-baru ini.

Ketika sebuah program rumah dhuafa yang dimana eksekutif dan legislatif sepakat akan pentingnya program tersebut, tapi banyak rumah dhuafa yang gagal dibangun pada tahun 2021 di saat prediksi besaran APBA yang tidak terserap pada tahun 2021 ini mencapai triliunan rupiah.

Rakyat dipertontonkan saling klaim antara eksekutif dan legislatif terkait penyebab kegagalan program tersebut.

Namun pada akhir tahun 2021 lalu dua berita datang mengikis kegalauan tersebut.

“Seluruh Fraksi Setuju APBA 2022 Rp 16,170 Triliun”.

Pada hari yang sama kita dapatkan juga berita berjudul “Kisruh Tapal Batas UIN dan USK Berakhir Damai”.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved