Breaking News
Rabu, 8 April 2026

Pasca Banjir

Pasca Banjir Sejumlah Sekolah di Tamiang tak Upacara Bendera

Namun Bambang memastikan hanya sebagian kecil sekolah yang tidak melangsungkan upacara bendera. Secara umum dia menegaskan aktivitas belajar-mengajar

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/Dok Satlantas
Iptu Jufni (kanan) saat membersihkan SDN Kotalintang. Dampak banjir membuat sebagian sekolah di Aceh Tamiang tidak bisa melangsungkan upacara bendera. 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Sejumlah sekolah di Aceh Tamiang tidak bisa melangsungkan upacara bendera dampak sisa banjir yang menyebabkan halaman berlumpur, Senin (10/1/2022).
Kondisi ini umumnya dialami sekolah di wilayah pesisir, di antaranya Kecamatan Bendahara dan Seruway, daerah yang baru belakangan merasakan dampak banjir.

"Dampak banjir masih dirasakan sekolah di wilayah hilir, misalnya endapan lumpur membuat lapangan tidak bisa dijadikan lokasi upacara bendera," kata Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tamiang, Abdul Muthalib melalui Kabid Dikdas, Bambang Supriyanto, Senin (10/1/2022).

Namun Bambang memastikan hanya sebagian kecil sekolah yang tidak melangsungkan upacara bendera. Secara umum dia menegaskan aktivitas belajar-mengajar sudah pulih.

"Sudah normal, termasuk pembagian rapor juga sudah tuntas," ujarnya.

Sebelumnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tamiang merilis data sekolah yang terdampak banjir mencapai 59 sekolah.

Suku Ini Perbolehkan Pria dan Wanita Berciuman dengan Bebas, Bertukar Istri Tanpa Harus Cemburu

Sekolah ini terdiri atas TK, SD dan SMP yang tersebar di di dataran hulu hingga hilir.

Kondisi ini membuat sejumlah pihak berempati untuk ikut bergotong-royong membersihkan ruangan belajar. Misalnya Satlantas Polres Aceh Tamiang yang mengerahkan personelnya untuk membersihkan SD Negeri Kotalintang.

"SD ini salah satu yang terdampak parah banjir, jangan sampai hak anak-anak mendapatkan pendidikan terganggu hanya karena ruang belajar penuh lumpur," kata Kasat Lantas Polres Aceh Tamiang Iptu Jufni.

Dua Putra Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming dan Kaesang Pangarep Dilaporkan ke KPK, Ini Kasusnya

Jufni yang ikut langsung membersihkan lumpur berharap kegiatan mereka bisa mempercepat pemulihan aktivitas belajar-mengajar, sekaligus melindungi murid dari ancaman bahaya pasca-banjir.

"Misalnya benda tajam dan runcing yang hanyut ke sekolah, jangan sampai ini melukai murid," kata Jufni.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved