Breaking News:

Berita Aceh Besar

Permintaan Coklat dari Luar Negeri Tinggi, Petani dan Eksportir Aceh Belum Mampu Memenuhi Kuota

Permintaan coklat dari luar negeri sangat tinggi, tetapi belum mampu dipenuhi oleh petani dan eksportir Aceh. Hal itu disampaikan oleh Kepala

Penulis: Herianto | Editor: M Nur Pakar
For: Serambinews.com
Pimpinan Perwakilan BI Aceh, Achris Sarwani, bersama ekportir coklat, Irwan, ketua kelompok tani coklat, Surianto, dan Nurdin, dari Distanbun Aceh, melihat tanaman coklat siap panen, di area perkebunan Saree, Aceh Besar, Selasa (11/1/2022). 

SERAMBINEW.COM, BANDA ACEH - Permintaan coklat dari luar negeri sangat tinggi, tetapi belum mampu dipenuhi oleh petani dan eksportir Aceh.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Aceh, Achris Sarwani pada Selasa (11/1/2022).

Dia mencontohkan, Jepang butuh 350 ton coklat setahun, tapi yang baru bisa dipenuhi pada Desember 2021 dari produsen coklat batang di Pidie hanya 130 Kg.

Achris Sarwani menyampaikan hal itu pada pertemuan dengan petani coklat, produsen dan eksportir coklat di areal perkebunan coklat Saree, Aceh Besar, Selasa (11/1/2022).

Achris mengatakan, acara dilaksanakn secara sederhana di areal perkebunan coklat di Saree.

Dia menjelaskan pertemuan ini untuk menyatukan visi dan misi petani, produsen dan eksportir coklat Aceh.

Ha litu dalam menyikapi peluang pasar coklat dunia yang cukup besar, tapi belum bisa mengisinya dengan baik.

Dia menyatakan area tanaman coklat di Aceh cukup luas mencapai puluhan ribu hektare.

Acris Sarwani mengaku sengaja mengundang eksportir coklat dari tiga kabupaten.

Baca juga: Harga Biji Coklat di Pijay Turun, Ini Penyebab Utamanya

Dari Pidie, Irwan Coklat Socolate; Idris dari Pijay, Ramli dari Pidie dan Mahdi dari Nisam Aceh Utara.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved