Breaking News:

Berita Luar Negeri

AS Tuduh Penyebab Perang Yaman Berlanjut Karena Senjata dari Iran

Senjata-senjata Iran inilah yang dianggap sebagai penyebab mengapa perang Yaman masih terus berlanjut

Editor: Muhammad Hadi
Twitter Armada ke-5 AS
Ribuan senjata dan amunisi milik Iran yang akan dikirim ke milisi Houthi di Yaman disita oleh Marinir AS kapal perusak berpeluru kendali USS O'Kane. 

AS Tuduh Penyebab Perang Yaman Berlanjut Karena Senjata dari Iran

SERAMBINEWS.COM - Perang Yaman terus berlanjut.

Berbagai senjata ilegal juga beredar di Yaman hingga membuat pertempuran terus terjadi.

Iran dituduh berada dibalik pengiriman berbagai persenjataan ke Yaman untuk kelompok Houthi.

Duta Besar AS untuk PBB, Linda Thomas-Greenfield, mengatakan bahwa aliran senjata dari Iran masih terus masuk ke Yaman dan memperkuat kelompok pemberontak Houthi.

Senjata-senjata Iran inilah yang dianggap sebagai penyebab mengapa perang Yaman masih terus berlanjut.

Berbicara di hadapan para anggota Dewan Keamanan PBB hari Rabu (12/1/2022), Linda mengatakan bahwa semua pihak perlu melakukan tindakan nyata untuk menghalangi aliran senjata Iran demi mencapai tujuan perdamaian.

"Baru saja bulan lalu, Angkatan Laut As menyita lebih dari 1.400 senapan serbu dan 226.000 butir amunisi dari sebuah kapal yang berasal dari Iran," ungkap Linda, seperti dikutip Arab News.

Baca juga: AS Sangat Prihatin Atas Sikap Houthi Memperpanjang Perang di Yaman

Lebih lanjut, Linda menjabarkan bahwa kapal yang diperiksa ada di rute yang secara historis digunakan untuk menyelundupkan senjata secara ilegal ke Houthi.

Ia juga menegaskan bahwa penyelundupan senjata dari Iran ke Houthi merupakan pelanggaran mencolok terhadap embargo senjata yang ditargetkan PBB.

Senjata yang dipasok oleh Iran ke sekutu Houthi di Yaman diselundupkan melintasi Teluk Aden ke Somalia, menurut sebuah think tank yang berbasis di Jenewa.
Senjata yang dipasok oleh Iran ke sekutu Houthi di Yaman diselundupkan melintasi Teluk Aden ke Somalia, menurut sebuah think tank yang berbasis di Jenewa. (AFP)
Halaman
12
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved