Selasa, 2 Juni 2026

Berita Bener Meriah

HPBM Gelar Festival Didong di Bener Meriah, Catat Jadwal dan Lokasinya

Acara tersebut akan digelar selama dua hari pada tanggal 15-16 Januari 2022, di Gedung Olah Seni (GOS), Kabupaten Bener Meriah.

Tayang:
Penulis: Budi Fatria | Editor: Nurul Hayati
For Serambinews.com
Himpunan Pemuda Mahasiswa Pelajar Bener Meriah (HPBM) Banda Aceh menggelar festival didong selama dua hari pada tanggal 15-16 Januari 2022, di Gedung Olah Seni (GOS), Kabupaten Bener Meriah. 

Acara tersebut akan digelar selama dua hari pada tanggal 15-16 Januari 2022, di Gedung Olah Seni (GOS), Kabupaten Bener Meriah.

Laporan Budi Fatria | Bener Meriah

SERAMBINEWS.COM, REDELONG - Dalam rangka melestarikan budaya kesenian Gayo dan optimalisasi vaksinasi, Himpunan Pemuda Mahasiswa Pelajar Bener Meriah (HPBM) Banda Aceh menggelar festival didong.

Acara tersebut akan digelar selama dua hari pada tanggal 15-16 Januari 2022, di Gedung Olah Seni (GOS), Kabupaten Bener Meriah.

Ketua Umum HPBM Banda Aceh, Riga Wantona dalam keterangan resmi kepada Serambinews.com, Jumat (14/1/2022) mengatakan, fistival didong ini diikuti sebanyak 20 club didong se- Kabupaten Bener Meriah.

"Acara kita ini mengangkat tema, melalui syair didong kita sosialisasi vaksin," ujar Riga.

Menurutnya, kegiatan itu akan berlangsung pada Sabtu dan Minggu.

Lanjutnya, malam pertama pembukaan dan perlombaan didong Syafari.

Kemudian, malam kedua penutupan dan open ceremony.

Baca juga: “Pride Of Gayo”, Upaya Pemerintah Aceh Lestarikan Seni Didong di Masa Stagnasi

Pada kesempatan ini, Riga juga mengundang seluruh lapisan masyarakat Gayo untuk dapat memeriahkan dan menyukseskan acara tersebut dan terus-menerus melestarikan budaya kesenian didong.

Sementara itu, ketua panitia pelaksana, Latifa Elviana menyampaikan, persiapan perlombaan festival didong antar kampung se-Kabupaten Bener Meriah itu sudah mencapai 70 persen.

"Kami sudah siap menyukseskan acara ini dan mudah-mudahan tidak ada kendala dalam perjalanan," sampainya.

Sebutnya, didong ini merupakan seni kebanggaan masyarakat dari Dataran Tinggi Gayo (DTG) yang harus terus dijaga serta dilestarikan agar dapat diwariskan kepada generasi selanjutnya. (*)
 

Baca juga: Disbudpar Aceh akan Gelar Pentas Didong untuk Lestarikan Kearifan Lokal

 

 
 

 
 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved