Breaking News:

Opini

Peluang Umrah Menipis, Haji Bagaimana?

PEMERINTAH kembali menunda keberangkatan umrah yang awalnya direncanakan pada 23 Desember 2021, penundaan dilakukan sebagai

Editor: bakri
Peluang Umrah Menipis, Haji Bagaimana?
FOR SERAMBINEWS.COM
H. Akhyar Mohd. Ali, M.Ag Penghulu Madya KUA Kec. Krueng Barona Jaya, Aceh Besar dan Sekjen PW Al Washliyah Aceh

Oleh H. Akhyar Mohd. Ali, M.Ag, Penghulu Madya KUA Kec. Krueng Barona Jaya, Aceh Besar dan Sekjen PW Al Washliyah Aceh

PEMERINTAH kembali menunda keberangkatan umrah yang awalnya direncanakan pada 23 Desember 2021, penundaan dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap varian Omikron yang telah terdeteksi di berbagai Negara termasuk Indonesia.

Keputusan ini dibahas dalam rapat kordinasi antara Kementerian Agama (Kemenag), Kementerian Perhubungan, Kementrian Kesehatan, Asosiasi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) serta lembaga dan instansi terkait lainnya.

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementrian Agama Hilman Latief menyampaikan, penundaan umrah sesuai arahan Presiden Joko Widodo kepada Menteri Agama Yacut Cholil Qaumas pada Kamis 16/12 bahwa Presiden meminta penyelenggaraan umrah ditunda sampai Omikron mereda.

Tugas pemerintah adalah melindungi rakyat dari ancaman termasuk Omikron dan meminta semua pihak untuk mendukung upaya pemerintah tersebut.

Sebagai regulator dan pengawas penyelenggaraan ibadah umrah, lanjut Hilman, Kemenag terus melakukan koordinasi dengan semua pihak terkait untuk terus mengupayakan terselenggaranya ibadah umrah yang sehat dan aman, terselenggaranya umrah di masa pandemi sekaligus menjadi barometer penyelenggaraan Ibadah Haji tahun 1443 H/2022 M.

Konsul Jenderal RI Jeddah Eko Hartono mengatakan, persiapan Indonesia dalam memberangkatkan jamaah umrah berjalan cukup baik, hal ini ditandai dengan telah terintegrasinya antara aplikasi Tawakkalna milik Kerajaan Saudi dengan Sistem Komputerisasi pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (Siskopatuh) yang mengambil data dari PeduliLindungi yang pada intinya visa sudah bisa keluar dan sertifikasi vaksin sudah bisa dibaca oleh petugas Saudi.

Pemerintah Saudi Arabia sejauh ini tidak mengubah kebijakan melarang jamaah umrah asal Indonesia masuk meski telah ditemukan kasus Omikron di Indonesia.

Sebab, di Saudi pun sudah ditemukan kasus varian baru Covid- 19 tersebut.

Baca juga: Biaya Umrah Bisa Capai Rp 55 Juta, Pelaksanaan Haji Belum Ada Kepastian

Baca juga: Kakanwil Kemenag Aceh Temui Dirjen PHU, Bahas Persiapan Haji dan Umrah 2022

Tapi memang jamaah dari beberapa negara Afrika bagian Selatan sudah dilarang masuk ke Saudi.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved