Senin, 13 April 2026

Budaya

Seniman dan Budayawan Gayo Gelar Budaya Linge Rawat Sejarah dan Budaya

Bagi kami menyelamatkan Linge sebagai situs budaya jauh lebih penting dari pada eksploitasi tambang. Dalam perut bumi Linge tertanam riwayat dan ident

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Ansari Hasyim
For Serambinews.com
Zam Zam Mubarak 

Laporan Fikar W.Eda/Jakarta

SERAMBI EWS.COM, JAKARTA - Para seniman dan budayawan Gayo akan menyelenggarakan gelar budaya Linge dalam rangka memaknai keberadaan situs Linge di Aceh Tengah.

Linge adalah salah satu kerajaan tertua dan menjadi cikal bakal lahirnya Kesulantanan Aceh Darussalam.

Meurah Johan, putra Meurah Adi Genali adalah peletak dasar beridirinya kerajaan Aceh Darussalam dan menjadi sultan Islam pertama di wilayah yang sekarang dikenal Aceh Besar pada era Lamuri pada 1205 Masehi.

"Situs budaya Linge harus dilindungi dan mendapat perhatian besar masyarakat Gayo dan Aceh secara keseluruhan sebagai bagian dari merawat identitas," kata Zam Zam Mubarak, salah seorang pemrakarsa Gelar Budaya Linge, Minggu (16/1/2022).

Coba Minum Air Kunyit Hangat di Pagi Hari Saat Perut Kosong Selama Seminggu, Ini Khasiatnya

Ia menyebutkan, Linge merupakan kawasan yang harus dilindungi sebab di sana terdapat pusat Kerajaan Linge di Buntul Linge, serta sejumlah makam para raja Linge.

Zam Zam juga menyatakan bahwa kegiatan budaya itu sekaligus mengeratkan kembali jalinan silaturrahmi masyarakat Gayo yang tersebar di berbagai kawasan dan daerah serta mengundang seluruh turunan Kerajaan Linge.

Belum lama ini tersiar kabar bahwa kawasan Linge akan diekspolitasi karena memiliki cadangan emas yang dinilai sangat besar.

VIDEO Ibu-ibu Berpakaian PNS Berjoget Sambil Mabuk, Kejadian Disebut di Rumah Kadis Kesehatan

"Bagi kami menyelamatkan Linge sebagai situs budaya jauh lebih penting dari pada eksploitasi tambang. Dalam perut bumi Linge tertanam riwayat dan identitas Gayo. Kami ingin merawat identitas budaya dan sejarah kami. Inilah martabat kami," kata Zam Zam Mubarak.

Dalam masyarakat Gayo, Linge dan Serule menjadi awal dan muasal tatanan kehidupan masyarakat Gayo yang dikukuhkan dalam bentuk sebuah kerajaan Linge berdiri pada 1025 Masehi.

"Dalam kehidupan kami dikenal dengan ungapan 'asal Linge awal Serule," kata Zam Zam Mubarak.

Serule merupakan salah satu kawasan di wilayah Linge yang juga sebagai pusat peradaban Gayo.

Linge dan Serule saat ini tergabung dalam Kecamatan Linge Kabupaten Aceh Tengah.

Zam Zam mengatakan bumi Gayo masih memiliki cadangan sumber daya ekonomi yang sangat besar, salah satunya adalah kopi Gayo yang terkenal di dunia.

"Kopi Gayo adalah emas merah yang memberi dampak ekonomi sangat besar bagi Gayo. Selama ini masyarakat Gayo hidup dari kopi dan kami akan tetap mempertahankannya. Kami tidak butuh tambang emas sekarang," tukas Zam Zam Mubarak.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved