Breaking News:

Selebritis

Lihat Gelombang Besar dari Puncak Kota Sabang, Begini Cerita Cut Meyriska Saksikan Tsunami Aceh 2004

Cut Meyriska menyaksikan sendiri dari atas puncak Sabang ia melihat sendiri orang-orang yang berada di bibir pantai ikut tergulung ombak tsunami.

Penulis: Firdha Ustin | Editor: Muhammad Hadi
INSTAGRAM CUT MEYRISKA
Cut Meyriska - Cut Meyriska ikut menyaksikan secara langsung kedahsyatan gelombang tsunami Aceh yang meluluhlantakkan hampir sebagian wilayah Aceh pada 26 Desember 2004 

SERAMBINEWS.COM - Artis peran, Cut Meyriska mejadi salah satu penyintas bencana tsunami Aceh yang terjadi tepat 17 tahun silam atau 26 Desember 2004.

Cut Meyriska ikut menyaksikan secara langsung kedahsyatan gelombang tsunami Aceh yang meluluhlantakkan hampir sebagian wilayah Aceh tersebut.

Diceritakan Cut Meyriska, saat itu dirinya tengah duduk di kelas 6 sekolah dasar (SD).

Cut Meyriska yang kala itu berdomisili di Medan lantas diajak sang kakek untuk berlibur ke Kota Sabang, Provinsi Aceh.

Satu hari sebelum tsunami Aceh terjadi pada 26 Desember 2004, Cut Meyriska bermain bersama sanak saudara sampai tengah malam di pantai.

"Nyampe ke Aceh, sebelum besoknya tsunami tuh, malam itu tuh kita tuh main di pantai sampai jam 12 malam," ucap Cut Meyriska dikutip Serambinews.com dari kanal YouTube Ciky Citra Rezky,  Selasa (18/1/2022). 

Baca juga: Cut Meyriska Main Film Bersama Suami

Salah satu kejanggalan yang dirasakan Cut Meyriska malam itu adalah hilangnya jaringan ponsel.

Cut Meyriska yang malam itu masih bermain pantai, ia mengaku sempat meminta izin kepada tantenya agar diberikan izin menginap di penginapan yang terletak di bibir pantai.

"Kita itu ngebujuk si tante biar ngasih kita tidur di pinggir-pinggir situ, itu kan ada kayak kamar gitu dipinggir, jadi besoknya bisa langsung main di pantai sama sepupu-sepupu ramai, sepupu saudara," lanjut Cut Meyriska.

Namun sayangnya, permintaan Cut Meyriska ditolak oleh tantenya lantaran sudah memesan penginapan yang berada di puncak Kota Sabang atau daerah yang lebih tinggi dari bibir pantai.

"Terus tante bilang udah pesen kamar di puncak jadi harus tidur di puncak itu," lanjut Cut Meyriska.

Esok paginya, saat Cut Meyriska masih berada di penginapan di area puncak Sabang, gempa mulai terasa.

Baca juga: Cut Meyriska, Tak Kerepotan Beli Pakaian Bayi

Cut Meyriska berada sendirian di dalam penginapan. Pasalnya ia telat bangun pagi itu sehingga saudaranya sudah pada menunggu di lobi hotel.

Guncangan keras dirasakan oleh Cut Meyriska saat dirinya hendak mandi.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved