Internasional
Australia Catat Kasus Covid-19 Paling Mematikan, 80 Pasien Meninggal Dunia Dalam Sehari
Pemerintah Australia, Jumat (21/2022) melaporkan hari pandemi Covid-19 paling mematikan. Dimana, sebanyak 80 warga Australia meninggal dunia akibat
SERAMBINEWS.COM, CANBERRA - Pemerintah Australia, Jumat (21/2022) melaporkan hari pandemi Covid-19 paling mematikan.
Dimana, sebanyak 80 warga Australia meninggal dunia akibat virus Corona dan varian Omicron yang terus memakan korban.
Tetapi Dominic Perrottet, Perdana Menteri negara bagian terpadat, New South Wales, mengatakan terjadi sedikit penurunan rawat inap.
Sehingga, ada harapan tentang ketegangan yang ditimbulkan wabah Covid-19 pada sistem kesehatan.
Rekor sebelumnya 78 kematian ditetapkan pada Selasa (18/1/2022).
Juga ada di bawah 3.000 kematian akibat virus Corona di Australia sejak pandemi dimulai.
Baca juga: Australia Hadapi Lonjakan Kematian Covid-19, Omicron Dorong Kasus Virus Corona Terus Meluas
New South Wales, rumah bagi Sydney, melaporkan rekor 46 kematian.
Termasuk bayi yang meninggal karena Covid-19 pada Desember 2021, salah satu dari beberapa kasus historis yang diselidiki.
Berita itu muncul setelah perdana menteri negara bagian Australia Barat, Mark McGowan, mengingkari janji membuka kembali negara bagian itu pada 5 Februari 2022.
Dalam konferensi pers larut malam pada Kamis (20/1/2022) McGowan mengatakan pembukaan kembali negara bagian itu sembrono dan tidak bertanggung jawab.
Dengan alasan, banyaknya kasus Covid-19 di negara bagian lain.
Belum ada tanggal baru yang ditetapkan untuk kapan negara bagian itu akan melonggarkan penutupan perbatasannya.
Keputusan perbatasan berarti Perdana Menteri Scott Morrison maupun pemimpin oposisi Anthony Albanese tidak dapat berkampanye di negara bagian itu.
Pemilihan umum akan diadakan pada 21 Mei 2022.(*)
Baca juga: Australia Kembali Berlakukan Pembatasan Covid-19, Kasus Virus Corona Terus Menanjak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/drive-thru-pengendara-austalia.jpg)