Sabtu, 9 Mei 2026

Internasional

Arab Saudi Kembali Izinkan Kunjungan Warga Asing, Ini Dia Persyaratannya

Kerajaan Arab Saudi kembali mengizinkan masuknya warga negara asing. Tetapi, ada persyaratan tertentu bagi warga Arab Saudi, ekspatriat atau pekerja

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
Foto: Saudi Press Agency
Warga Arab Saudi di Bandara Riyadh dengan tujuan ke luar negeri 

SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Kerajaan Arab Saudi kembali mengizinkan masuknya warga negara asing.

Tetapi, ada persyaratan tertentu bagi warga Arab Saudi, ekspatriat atau pekerja asing dan turis asing memasuki Arab Saudi.

Persyaratan utama, harus memiliki sertifikat tes negatif Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR).

Dimana, dikeluarkan dari laboratorium yang diverifikasi tidak lebih dari 72 jam sebelum keberangkatan ke Kerajaan.

Wisatawan asing juga memerlukan sertifikat vaksinasi Covid-19 dari Tawakkalna, dan pendaftaran di platform Muqeem dan Quddum.

Setibanya di sana, semua wisawatan akan diperiksa suhu tubuh dan harus terdaftar kebal dari Covid-19.

Kekebalan untuk warga negara non-Arab Saudi atau bukan penduduk harus sesuai dengan ketentuan Kerajaan dan WHO.

Setiap warga berusia di atas 12 tahun harus sudah mendapat dosis booster dari vaksin yang disertifikasi oleh Kerajaan dan Organisasi Kesehatan Dunia.

Terdiri dari Pfizer, AstraZeneca dan Moderna, atau satu dosis inokulasi Johnson dan Johnson.

Semua wisatawan harus menyerahkan bukti vaksinasi Covid-19 melalui platform Quddum, yang telah diluncurkan untuk memfasilitasi prosedur masuk.

Quddum memungkinkan wisawatan mendaftar dan memperbarui data kesehatan terkait Covid-19 mereka setidaknya 72 jam sebelum kedatangan.

Kekebalan untuk warga negara Saudi ditentukan oleh status mereka di Aplikasi Tawakkalna.

Sedangkan untuk ekspatriat memerlukan vaksinasi Covid-19 penuh.

Asalkan dosis yang diterima di luar Kerajaan didaftarkan melalui Platform Kementerian Kesehatan melalui https://eservices.moh.gov.sa /Pendaftaran Vaksin Corona

Baca juga: Arab Saudi Perpanjang Otomatis Izin Tinggal, Visa Keluar dan Masuk Bagi Warganya di Luar Negeri

Berbicara kepada Arab News pada Rabu (26/1/2022), tentang pengalaman perjalanannya, Jennesse John, yang bekerja di Universitas King Saud, mengatakan:

“Saya telah kembali dari Kerala, India ke Arab Saudi bersama keluarga saya baru-baru ini."

"Itu berjalan sangat lancar karena kami memiliki dua dosis vaksin Covid-19 di Arab Saudi sebelum kami bepergian untuk berlibur.”

“Yang kami lakukan hanyalah mengikuti peraturan perjalanan Arab Saudi dengan cermat.”

Sedangkan Hanouf Albalawi, di Riyadh, mengatakan rekannya telah melakukan kesalahan.

Disebutkan, rekanya itu tidak mendaftar di Muqeem sebelum mengunjungi Kerajaan.

"Dia bilang dia tidak tahu cara melakukannya," jelasnya.

“Ketika dia tiba di Arab Saudi, dia harus membuat Tawakkalna baru, dan dia hanya punya waktu satu minggu untuk tinggal," tambahnya.

"Jadi masalah yang dia hadapi adalah statusnya di aplikasi Tawakkalna tidak berubah untuk seluruh masa tinggalnya, yaitu lima hari," katanya..

“Dia tidak bisa mengunjungi salah satu tempat yang ada dalam pikirannya," ujarnya.

"Kami menghubungi layanan Tawakkalna untuk menanyakan apakah ada yang bisa kami lakukan untuk mempercepat proses ini, tetapi sayangnya, tidak ada cara lain,” katanya.

Baca juga: 3,5 Juta Pelajar SD dan Murid TK Arab Saudi Kembali Sekolah, Usai Dua Tahun Ditutup

Faiz Al-Najdi, seorang insinyur di Riyadh, mengatakan kepada Arab News:

“Saya baru saja kembali dari liburan bersama istri saya dari kota asal saya, Karachi, Pakistan."

"Di Riyadh, proses keberangkatan bandara berjalan lancar."

"Saya harus menunjukkan kepada mereka salinan PCR, rincian vaksinasi Covid-19, salinan Tawakkalna dan Sehaty."

"Namun, setibanya di Karachi menjadi berantakan."

“Mereka menuntut untuk melihat rincian vaksinasi Covid-19 secara online di Tawakkalna, tetapi tidak berhasil; kami gagal membukanya," ujarnya.

"Banyak orang seperti kami menderita karena masalah ini," kata Faiz.

"Saya berdebat panjang, mengapa mereka menuntut melihatnya secara online, ketika saya menunjukkan fotokopi rincian vaksinasi Covid-19 dari Tawakkalna," ujarnya.

Ayman Hassan, seorang ekspatriat Mesir yang bekerja di Riyadh, mengatakan banyak teman dan koleganya baru saja kembali dari Mesir.

Baca juga: Pasukan Arab Saudi dan Amerika Serikat Berlatih Tangani Serangan Senjata Nuklir

Prosedur di bandara, kata mereka, berjalan sangat lancar.

Mereka tidak mengambil banyak waktu karena sudah mengambil dua dosis vaksin Covid-19 di Arab Saudi sebelum bepergian.

"Yang harus mereka lakukan, mengikuti pedoman perjalanan dengan hati-hati," kata Ayman.

"Lengkapi laporan RT-PCR negatif Covid-19, sertifikat vaksinasi Covid-19 dari Tawakkalna, dan pendaftaran Muqeem," tegasnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved