Berita Lhokseumawe
PMI Sediakan Layanan Telepon Gratis, Pengungsi Rohingya Lepas Kangen dengan Keluarga
Pengungsi Rohingya yang kini ditampung di Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Meunasah Mee, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, diberikan layanan telepon
Pengungsi Rohingya yang kini ditampung di Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Meunasah Mee, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, diberikan layanan telepon Restoring Family Link (RFL) atau pemulihan hubungan dengan keluarga oleh Palang Merah Indonesia (PMI) setempat.
Layanan tersebut adalah sebagai bentuk lepas kangen dengan keluarga.
Di mana memberikan layanan telepon gratis kepada keluarganya.
Para imigran tersebut ada membawa nomor telepon keluarga yang ada di Malaysia dan Bangladesh.
Mereka juga didampingi oleh penerjemah.
Layanan itu hanya memberikan kabar saja kepada keluarga, dan dibatasi waktu berbicara selama tiga menit.
Dengan didampingi oleh penerjemah, apabila ada pembicaraan yang meleceng maka bisa langsung dihentikan.
Jadi, pembicaraanya hanya seputar untuk memberitahukan kabar saja.
Umumnya mereka menelepon ke Malaysia dan Bangladesh.
Baca juga: Pemerintah Pusat Minta UNHCR dan IOM agar Rohingya Dipindahkan
Baca juga: Dari Penanganan Covid-19 hingga Kemurahan Hati Masyarakat Aceh terhadap Pengungsi Rohingya
Ketua PMI Kota Lhokseumawe, Junaidi Yahaya mengatakan, layanan tersebut dilakukan adalah Physocological Support Program (PSP), atau melakukan pemulihan trauma bagi imigran Rohingya.
Dan layanan itu akan dilakukan setiap kedatangan pengungsi Rohingnya yang baru.
“Hal ini menurut kami penting untuk dilakukan, karena saat berada di negaranya, mereka mengalami kekerasan dan saat berada di kapal juga mengalami hal yang tidak menyenangkan.
Ini perlu untuk dilakukan,” kata Junaidi kepada Serambi, Rabu (26/1/2022).
Ia menambahkan, pengungsi Rohingya lebih banyak menghubungi keluarganya di Bangladesh, dan Malaysia.
"Dengan adanya pelayanan tersebut, tentu bisa membantu memulihkan kembali psikologis, sehingga mengembalikan senyum ceria mereka dan kejenuhan di tempat penampungan, terutama bagi anak-anak," pungkasnya.(zak)
Baca juga: Enam Imigran Rohingya Coba Kabur dari Penampungan Shelter BLK Lhokseumawe
Baca juga: Delapan Imigran Rohingya Kabur dari BLK Lhokseumawe, Polda Selidiki Sindikat Perdagangan Manusia
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/layanan-telepon-gratis-2601.jpg)