Berita Banda Aceh
Vaksinasi di Museum Aceh Lebih Asyik
PEMERINTAH Aceh sejak 13 Januari 2022 lalu telah memindahkan lokasi pelaksanaan vaksinasi Covid-19, dari Banda Aceh Convention Hall (BACH)
PEMERINTAH Aceh sejak 13 Januari 2022 lalu telah memindahkan lokasi pelaksanaan vaksinasi Covid-19, dari Banda Aceh Convention Hall (BACH) ke Museum Aceh di Jalan Sultan Mahmudsyah Nomor 10, Peuniti, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh.
Meski lebih sempit dibandingkan BACH, tetapi vaksinasi di Museum Aceh terkesan lebih mengasyikkan.
Sebab, masyarakat tidak hanya datang khusus untuk vaksin, tetapi juga bisa sekaligus jalan-jalan melihat-lihat artefak di dalam museum.
Ditambah lagi suasana yang teduh karena sekeliling museum banyak ditumbuhi pepohonan.
Selain kedua hal itu, lainnya masih tetap sama seperti di BACH, mulai dari layanan vaksinasi hingga tim yang terlibat.
Jadwal vaksinasi juga tak berubah, dari Senin hingga Sabtu, pukul 09.00-12.00 WIB, istirahat siang, dan dilanjutkan kembali pukul 14.00-15.30 WIB.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh, dr Iman Murahman, Selasa (25/1/2022), menjelaskan, pemindahan lokasi vaksinasi ke Museum Aceh dilakukan karena gedung Banda Aceh Convention Hall sedang dalam tahap renovasi dan perbaikan.
Baca juga: Mulai Hari ini, Vaksinasi Massal Dipindah ke Museum Aceh
Baca juga: Catat! Lokasi Vaksinasi Pindah ke Museum Rumoh Aceh Mulai Kamis Besok, BACH Resmi Ditutup
Hal itu dilakukan karena di gedung tersebut pada Maret 2022 akan diadakan muktamar ke-21 ikatan dokter dari seluruh Indonesia.
“Seluruh dokter di Indonesia akan berkumpul di Banda Aceh dan pusatnya itu di Banda Aceh Convention Hall,” kata Imam.
Selain itu sambung dia, jumlah orang yang melakukan vaksinasi harian dalam tiga bulan terakhir juga sudah menurun, seiring dengan semakin tingginya persentase masyarakat Aceh yang telah melakukan vaksinasi.
Karena itu pelaksanaan vaksinasi di Museum Aceh dinilai lebih tepat dari sisi lokasi dan kapasitas ruangan yang digunakan.
“Penduduk Banda Aceh rata-rata sudah melaksanakan vaksinasi sehingga capaian itu menurun.
Sebelumnya pernah mencapai 1.000 orang lebih per hari, namun dalam tiga bulan terakhir sudah di bawah 500 orang.
Sehingga kita berpikir untuk mencari tempat yang lebih kecil daripada gedung Banda Aceh Convention Hall,” bebernya.
Dokter Iman menyebutkan, tingkat vaksinasi di Aceh sampai 24 Januari 2022, untuk dosis 1 sudah mencapai 81,0 persen (3.264.125 orang), dosis 2 sebesar 35,6 persen (1.435.441 orang), dan dosis 3 untuk tenaga kesehatan sudah 74,0 persen (41.764 orang).
Secara nasional, lanjutnya, tingkat vaksinasi di Aceh berada di posisi tengah antara peringkat 21 atau 22 dari 34 provinsi seluruh Indonesia.
“Memang kalau dosis ketiga pada masyarakat itu masih sedikit, baru sekitar 6.000-an dari masyarakat Aceh yang melakukan booster dosis ketiga,” imbuhnya.
Lebih lanjut, dr Iman menjelaskan tentang pentingnya vaksinasi, dari dosis 1 hingga dosis 3.
Dia mengatakan bahwa vaksinasi dosis 1 itu merupakan ‘perkenalan’, dosis 2 sudah ‘pesta perkawinan’ jadi sudah bertemu.
Baca juga: Ridwan Kamil Bernostalgia ke Museum yang Didesainnya 15 Tahun lalu
Jadi apabila hanya dosis 1 saja, maka setelah berkenalan tidak akan bertemu kembali.
“Kalau sudah dosis 2 maka dia lebih kebal terhadap Covid-19.
Maka diharapkan bagi masyarakat yang belum menerima dosis 2, maka bisa segera mengunjungi tempat vaksinasi,” ajak dr Iman.
Sedangkan dosis 3, fokusnya untuk menghindari tubuh dari varian-varian baru dari Covid-19, seperti Delta dan Omicron.
“Insya Allah dengan pemberian vaksinasi Pfizer untuk dosis ketiga itu bisa menambah kekebalan dari vaksin yang sudah diterima 6 bulan lalu,” ujar dr Iman.
22,5 Persen Anak Sudah Divaksin
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh, dr Iman Murahman juga menyampaikan capaian vaksinasi anak-anak di Aceh.
Dia menyebutkan, realisasi vaksinasi anak sudah sebesar 22,5 persen atau hampir seperempat dari jumlah total anak-anak yang target vaksin.
Terbanyak di Aceh Utara 31.592 orang (47,3 persen), Aceh Besar 23.033 orang (49,8 persen), Aceh Timur 14.064 orang (27,2 persen).
Sedangkan di Banda Aceh baru sebanyak 6.433 orang (22,5 persen).
“Di Banda Aceh baru mulai vaksinasi di sekolah sekitar 2 minggu lalu, dan mudah-mudahan diikuti oleh kabupaten/kota lainnya di Aceh,” ucapnya.
Iman menjelaskan, vaksin untuk anak-anak ini dilakukan menindaklanjuti surat sebelumnya, Nomor SR01.0214/3309/2021tanggal 13 Desember 2021 perihal Penyampaian Keputusan Menteri Kesehatan tentang Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 pada Anak Usia 6-11 Tahun dan surat Nomor SR02.06111/165/2022 tanggal 4 Januari 2022 perihal Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 pada Anak 6-11 tahun bulan Januari 2022.
Bersama hal tersebut disampaikan bahwa vaksinasi pada anak usia 6-11 tahun telah dapat dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota.
Prosedur pelaksanaan mengacu pada standar yang tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/6688/2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Bagi Anak Usia 6 Sampai dengan 11 Tahun.
Bersama ini juga disampaikan bahwa vaksin Covid-19 jenis Sinovac hanya diperuntukan bagi pelaksanaan vaksinasi pada anak usia 6-11 tahun dan untuk melengkapi vaksinasi dosis ke-2 usia 12 tahun ke atas.
Sehingga pemberian dosis pertama vaksinasi primer diluar usia anak tidak diperbolehkan menggunakan vaksin Sinovac. (*)
Baca juga: Museum Aceh Gelar Pameran Senjata, Tampilkan 176 Koleksi
Baca juga: Nonton Pameran Senjata 2021 Museum Aceh Live di Sini, Ada 176 Jenis Senjata Yang di Pamerkan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/seorang-ibu-bersama-dua-anaknya-saat.jpg)