Berita Banda Aceh
Pembukaan PON Tetap di Aceh, Pemerintah Aceh Bantah Gubernur Sumut
MTA meminta Gubernur Edy Rahmayadi mengikuti kesepakatan bersama antara Pemerintah Aceh dengan Pemerintah Provinsi Sumut yang ditandatangani
"Mungkin beliau (Gubernur Edy Rahmayadi) belum mendapatkan informasi yang utuh dari bawahannya terkait kesepakatan PON XXI Aceh-Sumut, apalagi saat itu beliau belum memimpin.”
MUHAMMAD MTA,
Jubir Pemerintah Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pemerintah Aceh menegaskan bahwa pembukaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatera Utara (Sumut) tahun 2024 tetap di Aceh, meskipun even tersebut berpotensi ditunda pelaksanaannya karena bersamaan dengan tahun politik.
Penegasan tersebut disampaikan Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, merespons pernyataan Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi pada Sabtu (29/1/2022), yang menyebutkan bahwa pembukaan PON XXI 2024 di Sumut dan penutupan di Aceh.
Muhammad MTA meminta Gubernur Edy Rahmayadi mengikuti kesepakatan bersama antara Pemerintah Aceh dengan Pemerintah Provinsi Sumut yang ditandatangani pada November 2017 silam.
"Kesepakatan tersebut diteken langsung oleh gubernur kedua provinsi saat itu, yaitu Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi," kata MTA, Minggu, (30/1/2022).
Baca juga: Enam Eks PON Aceh Mulai Latihan Bersama Persiraja
MTA menjelaskan, kesepakatan yang diteken pada 6 November 2017 itu berisi tentang penyelenggaraan bersama tuan rumah PON XXI tahun 2024.
Salah satu yang disepakati adalah menetapkan Aceh sebagai tempat pembukaan acara dan Sumut tempat penutupan.
"Kesepakatan bersama ini berlaku sejak diteken oleh kedua pihak hingga selesainya penyelenggaraan PON XXI 2024. Hal ini tertulis jelas dalam pasal lima," ujarnya.
MTA mengharapkan semua pihak agar dapat berpegang teguh pada keputusan yang telah disepakati bersama.
Hal itu penting agar tidak terjadinya gangguan pada proses persiapan dan pelaksanaan lanjutan agenda tersebut.
MTA menambahkan, pihaknya tidak ingin berpolemik terkait pernyataan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi yang mengatakan pembukaan PON akan digelar di Sumut dan penutupan di Aceh.
"Mungkin beliau belum mendapatkan informasi yang utuh dari bawahannya terkait kesepakatan PON XXI Aceh-Sumut, apalagi saat itu beliau belum memimpin," tutup MTA.
Untuk diketahui, Gubernur Edy Rahmayadi menyampaikan hal itu saat mengingatkan anak buahnya agar bekerja maksimal menyambut PON 2024 mendatang.
Pasalnya Sumut dan Aceh telah resmi ditunjuk menjadi tuan rumah dalam perhelatan tersebut.
"Pembukaan di Sumut dan penutupan di Aceh. Saya minta siapkan sarana dan prasarana olahraga yang baik untuk persiapan atlit untuk setiap cabang olahraga yang dipertandingkan. Siapkan tempat dan akomodasi," kata Edy Rahmayadi di hadapan para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), Jumat (29/1/2022), sebagaimana dikuti dari CNN Indonesia.
Selain itu, eks Pangkostrad itu meminta agar disiapkan setidaknya 1.000 perempuan cantik di perhelatan itu.
Para perempuan itu nantinya akan menggunakan pakaian adat masing-masing menyambut para tamu yang datang ke hotel.
"Siapkan wanita-wanita kita yang cantik-cantik 1.000 orang. Cantik, tapi tak boleh disentuh. Boleh dipandang, tapi tak boleh disentuh. Untuk apa dia? Ditempatkan di hotel untuk menerima tamu dengan pakaian adatnya. Datang tamu kontingen A yang menerima dari Tapanuli Utara, bupati hadir di sana dengan perangkatnya, pakaian adatnya dengan tari tariannya. Semua di situ diantar sampai ke hotel di tempatnya. Di situ semua yang cantik," ucap Edy.
Edy juga meminta bawahannya untuk mendata jumlah hotel yang akan digunakan para tamu dan kontingen dari berbagai daerah. Tak hanya itu, ruang VVIP di bandara juga harus dipersiapkan untuk menyambut tamu penting.
"Ada berapa jumlah hotel kita? Berapa yang dibutuhkan, kumpulkan hotel itu semua. Tak boleh main-main. 2024 hotel itu dipakai. Jangan nanti hotel dipakai, hilang sepatu, hilang jam, betapa malunya kita. Hotel mana yang kalian siapkan? Termasuk kendaraannya. Dari sekarang sudah berfikir rencana ini semua termasuk tempat untuk tamu VIP dan VVIP di bandara," ujarnya.
Tak hanya itu, fasilitas kesehatan, tempat wisata hingga pengamanan juga tak luput dari perhatian Edy. Karena itu, Edy menegaskan agar para pimpinan OPD membuat perencanaan untuk mendukung semua kegiatan nantinya.(mas)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/juru-bicara-pemerintah-aceh_muhammad-mta.jpg)