Breaking News:

Video

VIDEO - Fakta Baru Seorang Penghuni Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Langkat Meninggal

Tercatat sudah ada 656 orang yang pernah dikurung di kerangkeng rumah Bupati Langkat, sejak tahun 2012.

SERAMBINEWS.COM – Fakta baru yang terkuak dari kerangkeng manusia yang berada di rumah Bupati nonaktif Langkat, Terbit Rencana Perangin Angin.

Dari hasil penelusuran Polda Sumatera Utara, ada 656 orang pernah dikurung selama 10 tahun.

Tak hanya itu, ada temuan lain yakni dugaan penyiksaan yang mengakibatkan penghuni tewas.

Hal ini disampaikan oleh Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak pada Sabtu (29/1/2022).

Panca mengatakan, temuan tersebut diperoleh dari hasil penelusuran berkas-berkas yang ada.

Tercatat sudah ada 656 orang yang pernah dikurung di kerangkeng tersebut sejak tahun 2012.

Baca juga: Orangtua Tak Menyangka Putranya Tewas di Kerangkeng Bupati Langkat, Ada Luka saat Buka Kain Kafan

Selain itu, Panca mengungkapkan, pihaknya juga menemukan informasi terkait kematian satu orang saat berada di kerangkeng tersebut.

Polisi menyebut bahwa penghuni tersebut tewas setelah mengalami penyiksaan.

Meski begitu, Polda Sumut masih enggan membeberkan lokasi pemakaman tahanan tersebut.

Pihak Polda Sumut masih terus lakukan pendalaman terkait dengan informasi ini.

Sementara itu, hal senada juga diungkapkan oleh Komnas HAM.

Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM, Choirul Anam menerangkan, pihaknya menemukan data kematian penghuni lebih dari satu orang.

Baca juga: KPK Ungkap Kondisi Orang Dikerangkeng Bupati Langkat, Ngaku Pernah Disiksa dan Dicebur ke Kolam

Choirul menjelaskan, para tahanan itu tewas dianiaya menggunakan benda-benda yang disiapkan.

Penganiayaan dilakukan saat tahanan baru masuk ke kerangkeng setelah dititipkan oleh pihak keluarga.

Saat kejadian, para tahanan tersebut melakukan perlawanan hingga terjadi penganiayaan dan berujung maut.

Komnas HAM juga mencatat, korban tewas terakhir kali terjadi dalam setahun belakangan.

Terkait kabar soal penguni kerangkeng merupakan para pecandu narkoba, Choirul membenarkannya.

Namun, tempat rehabilitasi bagi pecandu narkoba tersebut tidak memiliki izin.(*)

Editor: Aldi Rani
Narator: Tieya Andalusia

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved