Bantuan Masa Panik
Korban Kebakaran di Perumahan Guru Terima Bantuan Masa Panik dari Pemkab Aceh Tamiang
Disebutnya bantuan masa panik tersebut berupa paket sembako, paket makanan bayi, matras, kasur busa, serta paket sandang yang berisi mukena, kain saru
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang
SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang menyalurkan bantuan masa panik untuk dua keluarga korban kebakaran di Komplek SMP Negeri 4 Percontohan Karangbaru.
Bantuan masa panik ini diserahkan Kepala Dinas Sosial Aceh Tamiang, Zulfiqar langsung kepada korban, Senin (31/1/2022) kemarin.
Ketika dikonfirmasi ulang pada Minggu (1/2/2022), Zulfiqar menjelaskan bantuan yang disalurkan merupakan wujud kepedulian dan tanggung jawab Pemkab Aceh Tamiang kepada warganya.
Disebutnya bantuan masa panik tersebut berupa paket sembako, paket makanan bayi, matras, kasur busa, serta paket sandang yang berisi mukena, kain sarung, baju koko, dan perlengkapan sejenis.
"Kepada korban kebakaran, kami berpesan untuk tetap tabah dan sabar atas musibah yang baru saja terjadi," kata Zulfiqar.
• Terungkap! Pelaku Penembakan Dantim BAIS Pidie Hanya Sempat Lepaskan 1 Tembakan, Ini Penyebabnya
Kebakaran yang melanda perumahan guru SMPN 4 Percontohan Aceh Tamiang terbakar, Minggu (30/1/2022) sekira pukul 17.30 WIB.
Kobaran api menyebabkan dua rumah yang berdempetan menjadi sasaran utama api.
Kepala Bidang Dikdas Disdikbud Aceh Tamiang, Bambang Supriyanto mengatakan rumah itu dihuni dua guru atas nama Yasir Arafah dan Mulyadi.
"Ada dua rumah yang terbakar," kata Bambang, Minggu (30/1/2022) malam.
Bambang menyebut perumahan yang berada di areal SMPN 4 Percontahan Karangbaru itu terdapat delapan rumah yang seluruhnya berpenghuni.
Terpisah, Kabid Pencegahan, Kesiapsiapan dan Pemadam Kebakaran BPBD Aceh Tamiang, Muhammad Nukh menjelaskan insiden ini diduga kuat akibat arus pendek listrik di salah satu rumah.
• Besok 2 Februari 2022 Awal Bulan Rajab 1443 H, Berencana Puasa Sunnah Rajab? Begini Cara Niatnya
Menurutnya saat kejadian rumah tersebut kosong dan dipastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.
"Penghuninya sedang tidak di rumah, dugaan korseleting listrik," ungkapnya.
Untuk menjinakan api, pihaknya mengerahkam empat unit armada pemadam kebakaran dari Pos 2 dan Pos 1. Amukan api berhasil dipadamkan dalam waktu 15 menit sebelum merembet ke bangunan lainnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/bantuan-9iuuiop.jpg)