Internasional
Militer AS Luncurkan Rudal Pencegat Rudal Balistik Milisi Houthi Menuju Uni Emirat Arab
Militer Amerika Serikat (AS) meluncurkan rudal pencegat serangan rudal balistik milisi Houthi Yaman yang menargetkan Uni Emirat Arab (UEA).
SERAMBINEWS.COM, DUBAI - Militer Amerika Serikat (AS) meluncurkan rudal pencegat serangan rudal balistik milisi Houthi Yaman yang menargetkan Uni Emirat Arab (UEA).
Pengakuan oleh Gedung Putih dan Pentagon pada Senin (31/1/2022) malam mewakili keterlibatan AS yang meluas dalam perang Yaman selama bertahun-tahun.
Sebuah konflik yang dinyatakan oleh Presiden AS Joe Biden hampir setahun yang lalu “harus diakhiri.”
AS telah mengakhiri dukungan ofensif kepada koalisi pimpinan Arab Saudi yang berperang atas nama pemerintah Yaman yang diasingkan.
Tetapi, keterlibatan dalam membela UEA datang ketika Houthi menyerang Pangkalan Udara Al-Dhafra di Abu Dhabi sebagai target.
Al-Dhafra menampung sekitar 2.000 tentara AS yang berfungsi sebagai pangkalan utama operasi untuk segala hal mulai dari drone hingga pesawat tempur siluman F-35.
Baca juga: Presiden Israel Siap Dukung Uni Emirat Arab Hadapi Serangan Milisi Houthi
Berbicara dari Gedung Putih, sekretaris pers Jen Psaki mengatakan militer AS menanggapi ancaman rudal yang masuk ke UEA.
"Ini melibatkan penggunaan pencegat Patriot untuk mendukung upaya angkatan bersenjata UEA," kata Psaki.
“Saya akan mengatakan kami bekerja cukup dekat dengan mereka," tambahnya, seperti dilansir AP, Selasa (1/2/2022).
Di Pentagon, Sekretaris Pers John Kirby mengatakan Patriot AS ditembakkan, tetapi rudal darat-ke-udara Emirat yang benar-benar menyerang target.
Ditanya apakah itu akan mencakup target di luar Al-Dhafra, Kirby mengatakan:
"Jika kami dapat membantu mempertahankan mitra Emirat kami, kami akan melakukannya."
Biden juga menyebutkan serangan terhadap UEA dengan mengatakan “Amerika akan mendukung teman-teman kita di wilayah tersebut.”
Baca juga: Presiden Israel Kunjungi Uni Emirat Arab, Milisi Houthi Kirim Rudal Balistik
Kantor berita WAM yang dikelola negara UEA melaporkan serangan itu tidak mengakibatkan kerugian.
Tidak segera jelas di mana sisa-sisa itu jatuh, meskipun rudal Patriot Amerika diperkirakan hanya akan dikerahkan di Al-Dhafra.