Breaking News:

Info Aceh Besar

Pemkab Aceh Besar Sosialisasi Perbup Tata Cara Penertiban Hewan Ternak 

Untuk itu, Pemkab Aceh Besar terus melakukan sosiasasi Perbup itu kepada masyarakat, khususnya pemilik hewan ternak.

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Nurul Hayati
Foto: Bagian Prokopim Setdakab Aceh Besar
Bupati Aceh Besar Ir Mawardi Ali yang diwakili Asisten I Setdakab Aceh Besar Farhan AP memimpin rapat tentang Peraturan Bupati Aceh Besar Nomor 5 Tahun 2021 tentang Tata Cara Penertiban Hewan Ternak di Kabupaten Aceh Besar di Aula Kantor Camat Kota Jantho, Rabu (2/2/2022). 

Untuk itu, Pemkab Aceh Besar terus melakukan sosiasasi Perbup itu kepada masyarakat, khususnya pemilik hewan ternak.

Laporan Muhammad Nasir | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, KOTA JANTHO – Pemkab Aceh Besar akan melakukan penertiban hewan ternak yang selama ini masih kerapkali berkeliaran di tempat-tempat umum dan jalan raya.

Langkah penertiban ini dimaksudkan agar terciptanya ketertiban, kenyamanan, dan keselamatan bagi masyarakat.

Untuk itu, Pemkab Aceh Besar terus melakukan sosiasasi Perbup itu kepada masyarakat, khususnya pemilik hewan ternak.

Penegasan itu diungkapkan Bupati Aceh Besar Ir H Mawardi Ali yang diwakili Asisten I Setdakab Aceh Besar Farhan AP saat memimpin rapat sosialisasi tentang Peraturan Bupati Aceh Besar Nomor 5 Tahun 2021 tentang Tata cara Penertiban Hewan Ternak di Aula Kantor Camat Kota Jantho, Rabu (2/2/2022).

Hadir dalam kesempatan itu, Kasatpol PP dan WH Aceh Besar Muhajir SSTP MPA, Kadistan Aceh Besar Jakfar SP, Kadis Lingkungan Hidup Aceh Besar Muwardi SH, Muspika Kota Jantho, para keuchik, dan tokoh-tokoh masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Farhan AP sangat mendukung langkah para keuchik di Kecamatan Kota Jantho yang berkomitmen mendukung langkah penertiban hewan ternak di wilayah tersebut.

Baca juga: Banyak Hewan Ternak Mati Kelaparan di Tanduk Afrika, Jutaan Orang Terancam Kekeringan Parah

Termasuk di tempat-tempat umum seperti jalan raya, perkantoran, sarana ibadah, pendidikan, pasar, dan fasilitas publik lainnya.

“Semoga dengan dukungan positif ini, akan selalu tercipta ketertiban, kenyamanan, keindahan, dan keselamatan bagi seluruh masyarakat. Kita berharap, Kota Jantho akan jadi pilot project dan contoh bagi kecamatan lainnya di Aceh Besar,” ungkap Farhan AP.

Sesuai dengan Perbup tersebut, untuk hewan yang berkeliaran dan terkena penertiban, nantinya akan dikenakan sanksi tersendiri.

Misalnya, untuk hewan besar seperti kerbau dan sapi, bakal disanksi Rp 300 ribu per ekor, sedangkan hewan ternak kecil seperti kambing dan sejenisnya, dikenakan sanksi Rp 150 ribu/ekor.

Adapun ternak yang sudah ditangkap apabila dalam jangka waktu 7 hari tidak diambil oleh pemiliknya, ternak tersebut akan dijual setelah dipotong biaya selama perawatan dan akan dijual.

Selebihnya,  uang hasil penjualan hewan itu akan dikembalikan kepada pemiliknya.

Baca juga: VIDEO - Pencurian Hewan Ternak Marak, Warga Krueng Mane Resah, Mobil Mencurigakan Terekam CCTV

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved