Senin, 11 Mei 2026

Harga Sembako

Harga Kebutuhan Pokok di Aceh Selatan Masih Stabil

Harga beras Cap Payung di Aceh Selatan saat ini masih bertahan di level harga Rp 12.000/Kg demikian juga dengan harga beras merk MB juga dijual di kis

Tayang:
Penulis: Taufik Hidayat | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/TAUFIK ZASS
Suasana di Komplek Pasar Inpres Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, Jumat (3/12/2021). 

Laporan Taufik Zass I Aceh Selatan

SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN - Harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional dalam Kabupaten Aceh Selatan dilaporkan masih stabil. Hal itu sesuai dengan data yang diperoleh Serambi dari Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM (Disdagperinkop dan UMK) Kabupaten Aceh Selatan dan hasil tinjauan ke sejumlah pasar tradisional, Jumat (4/2/2022).

Harga beras Cap Payung di Aceh Selatan saat ini masih bertahan di level harga Rp 12.000/Kg demikian juga dengan harga beras merk MB juga dijual di kisaran harga Rp 12.000/Kg. Sedangkan Piring Nasi juga masih dikisaran harga Rp 14.000/Kg.

"Alhamdulillah harga kebutuhan pokok di Aceh Selatan masih stabil," kata Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Kabupaten Aceh Selatan, T Harida Aslim SE MM yang dikonfirmasi Serambi melalui Kabid Perdagangan, Armahdi Mahzar SE, Jumat (4/2/2022).

Kisruh PNA, Anggota DPRA Tiyong dan Falevi di-PAW, Surat Diteken Irwandi Yusuf

Armahdi mengungkapkan, Disdagperinkop dan UMK Aceh Selatan setiap hari mengupdate harga kebutuhan pokok di Aceh Selatan karena Pasar Inpres Tapaktuan sudah menjadi salah satu pasar di pantai Barat Selatan Aceh sebagai Pasar Pemantauan Nasiona.

Ditanya mengenai harga Cabe, Armahdi Mahzar juga menjelaskan bahwa harganya masih stabil, dimana harga cabai merah besar sesuai hasil pantauan petugasnya di lapangan saat ini Rp 24.000/Kg, cabai merah keriting Rp 18.000/Kg dan cabai rawit hijau Rp 40.000/Kg.

Bravo VC Juara Turnamen Bola Voli, Bungkam Kulabang VC Dengan Skor 3-1

Terpisah, sejumlah pedagang di Pasar Inpres Tapaktuan yang ditanyai Serambinews.com mengaku daya beli di Pasar Inspres Tapaktuan terkesan stagnan karena faktor geografis, beda halnya dengan Blangpidie Ibukota Kabupaten Aceh Barat Daya.

"Kalau Blangpidie hampir sebagian masyarakat dari berbagai kecamatan berbelanja kebutuhan pokok ke Blangpidie, kalau kita disini yang berbelanja cuma warga di Kecamatan Tapaktuan dan sebagian dari Samadua," ungkap salah seorang pedagang di Pasar Inspres Tapaktuan (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved