Tips Mengatasi Anak Remaja Suka Kabur dari Rumah, Harus Sabar dan Buka Komunikasi
Saat orang tua tahu akar permasalahannya, maka hal tersebut bisa diselesaikan bersama dengan anak.
Saat orang tua tahu akar permasalahannya, maka hal tersebut bisa diselesaikan bersama dengan anak.
SERAMBINEWS.COM - Penting bagi orang tua untuk mengetahui permasalahan anak, terutama bagi anak yang masih remaja.
Dengan demikian bisa mencegahnya melakukan tindakan kabur dari rumah.
Saat orang tua tahu akar permasalahannya, maka hal tersebut bisa diselesaikan bersama dengan anak.
PARAPUAN merangkum dari Mom Junction, begini cara mengatasi anak remaja yang kabur dari rumah.
1. Periksa jejak terakhir
Saat Kawan Puan pertama kali menemukan fakta bahwa buah hati kabur dari rumah, maka coba periksa jejak terakhirnya.
Coba cek kamar dan barang-barang buah hati, siapa tahu Kawan Puan bisa menemukan petunjuk berupa tiket kendaraan umum atau penginapan.
Hubungi semua teman terdekatnya dan tanyakan kapan terakhir kali bertemu. Datangi pula lokasi yang sering anak remajamu datangi.
Jika kedua cara di atas tidak berhasil, kamu dapat melaporkan kehilangan anak ke kantor polisi untuk proses pencarian lebih lanjut.
2. Beri waktu istirahat
Kawan Puan perlu memberikan waktu istirahat dan berpikir untuk anak yang baru saja kabur dari rumah.
Meski sebagai orang tua kamu penasaran dan ingin mencecar anak dengan berbagai pertanyaan mengapa kabur dari rumah, namun sebaiknya beri buah hati kesempatan untuk menenangkan diri.
Emosimu dan anak mungkin terlalu tinggi pada saat itu, lebih baik tenangkan diri daripada berkonflik setelah mereka pulang.
Sebaiknya, biarkan anak remajamu tenang dan lakukan percakapan secara terbuka satu atau dua hari kemudian.
3. Komunikasi terbuka
Saat emosi Kawan Puan dan buah hati masing-masing sudah reda, maka mulailah melakukan obrolan.
Kamu bisa memulainya dengan menanyakan alasannya kabur dari rumah. Disini, Kawan Puan perlu menahan emosi dan sepenuhnya mendengarkan anak remaja bercerita.
Dengarkan dulu, jangan mencoba bertindak kasar atau memarahi mereka karena dapat berdampak negatif pada pikiran mereka.
Mintalah mereka untuk mendiskusikan masalahnya secara terbuka, sehingga kedua orang tua dapat membantu mengatasi situasi yang membuatnya stres.
Jika anak remajamu merasa tidak nyaman untuk berkomunikasi denganmu, lebih lebih baik untuk melibatkan orang ketiga dalam komunikasi.
Orang ketiga bisa menjadi orang terdekatnya, seperti kakek-nenek, paman-bibi, atau saudara kandungnya.
Anak remaja dengan mudah mengungkapkan masalah pribadi mereka dengan anggota keluarga dekat, yang dapat menyarankan untuk mengambil keputusan yang lebih baik.
4. Ajarkan keterampilan memecahkan masalah
Saat Kawan Puan sudah menemukan alasan mengapa anak remaja sampai kabur dari rumah, beserta masalah apa yang tengah dihadapinya, kamu bisa mengajarkan keterampilan memecahkan masalah.
Alih-alih melarikan diri, anak remaja perlu menemukan cara untuk menangani situasi sulit dalam hidupnya.
Jika mereka kewalahan, orang tua bisa bertindak untuk membantunya dalam menyelesaikan masalah.
Pastikan mendukung anak dalam situasi sesulit apa pun, mereka tetap membutuhkan orang tua sebagai pendukungnya.
Setelah anak memahami permasalahannya, bantu mereka fokus pada solusi dan menemukan strategi penyelesaiannya.
Nah, itulah empat cara menghadapi anak remaja yang kabur dari rumah ya, Kawan Puan. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Harus Sabar dan Buka Komunikasi, Begini Cara Mengatasi Anak Remaja Suka Kabur dari Rumah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ilustrasi-remaja.jpg)