Feature
Kisah Teungku Jamaica, Eks Kombatan GAM yang Sukses Budidaya Tiram Super Jumbo
Budidaya tiram super jumbo bisa membantu pertumbuhan ekonomi dan mensejahterakan masyarakat Aceh, apalagi tiram ini masih begitu langka di
Aulia Prasetya | Banda Aceh
SERAMBI.COM, BANDA ACEH - Setelah sukses dengan budidaya tiram kecil, kini Syardani M Syarif alias Teungku Jamaica, mulai membudidayakan tiram jumbo di perairan Ulee Lheue, Banda Aceh.
Teungku Jamaica menerangkan alasannya membudidaya tiram super jumbo lantaran harga tiram super jumbo bisa relatif besar dan menguntungkan dibandingkan tiram biasa yang banyak masyarakat ketahui.
Menurutnya budidaya tiram super jumbo bisa membantu pertumbuhan ekonomi dan mensejahterakan masyarakat Aceh, apalagi tiram ini masih begitu langka di Aceh.
Awalnya, Tengku Jamaica mendapatkan bibit tiram super dari masyarakat Aceh Jaya.
Menurut Teungku Jamaica, yang juga eks kombatan GAM, ada ratusan induk tiram super jumbo berbagai ukuran dimasukkan dalam Oyster Mesh Bag (keranjang pembesaran tiram) dan ditempatkan di perairan Ulee Lheue dan Alue Naga, Banda Aceh.
"Sebenarnya ini adalah Tiram genus Ostrea, species O. Edulis. Saya sebut tiram super jumbo ini hanya untuk memudahkan dalam membedakan jenis tiram yang tersedia di tempat kita, karena saya menjual dua jenis tiram yakni tiram biasa atau yang ukurannya kecil dan tiram super jumbo yang ukurannya cukup besar,” paparnya.
• VIDEO Tiram Super Jumbo Memiliki Daya Jual Yang Mahal
Tiram super jumbo ini dibudidayakan dengan menempel pada Oyster Mesh Bag (Keranjang Pembesaran Tiram) dan pelampung yang merupakan bantuan dari Kodam Iskandar Muda (IM) yang diimpor khusus dari China.
Kini, tiram jumbo sudah mulai berkembang yakni dapat terlihat dengan mata dimana bibit tiram tersebut seukuran kecil sudah berjejer menempel di pelampung dan keranjang pembesaran.
Tengku Jaimaica memperkirakan ada ratusan ribu atau bahkan jutaan bibit tiram super jumbo kini sudah menyebar di perairan kawasan Ulee Lheue dan Alue Naga.
"Semoga semua bibit tiram super jumbo ini akan hidup dan berkembang hingga bisa dipanen serta bermanfaat bagi petani tiram di kawasan itu. Jika ini berhasil saya berencana ingin mengembangkan di 18 kabupaten/kota lainnya di Aceh yang mempunyai wilayah pesisir laut," tutupnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/budidaya-78uhnk.jpg)