Breaking News:

Berita Aceh Utara

Kuasa Hukum Sampaikan Pembelaan Terdakwa Kasus Pembunuhan Wanita Sopir Grab

Kuasa hukum terdakwa memohon kepada Majelis Hakim Yang Mulia untuk memberi putusan hukum yang seringan-ringannya.

Penulis: Jafaruddin | Editor: Taufik Hidayat
hand over dokumen pribadi
Penasehat Hukum, Taufik M Noer SH dan T Hasansyah SH menyampaikan materi untuk dua kliennya yang menjadi terdakwa dalam kasus pembunuhan sopir Grab online. 

Laporan Jafaruddin | Aceh Utara 

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Lhoksukon, Aceh Utara pada Senin (14/2/2022) kembali menggelar sidang kasus pembunuhan wanita sopir Grab asal Medan Chiw Yit Hau (58)di PN setempat. 

Sidang kali ini beragendakan mendengar materi pembelaan (pleidoi) yang disampaikan, Taufik M Noer SH dan T Hasansyah SH, untuk dua kliennya yang menjadi terdakwa dalam kasus itu.

Kedua terdakwa tersebut, Muhammad Yuni alias Safrizal alias Izal YS (29) warga Desa Laksamana, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen dan Nurdian alias Yan (42) warga Jalan Sungai Lakam Timura, Kecamatan Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.

Sedangkan satu pelaku lainnya, Nazaruddin alias Lois masih masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). 

Untuk diketahui pada sidang sepekan sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Aceh Utara, menuntut dua terdakwa tersebut dengan hukuman penjara seumur hidup. 

Sidang yang dibuka Ketua Majelis hakim Muhifuddin SH didampingi dua hakim anggota Nurul Hikmah SH dan T Latiful SH, berlangsung secara online dan offline. Kedua terdakwa mengikuti sidang secara online di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lhoksukon.

Sedangkan dua pengacara terdakwa, Taufik M Noer SH dan T Hasansyah SH, hadir dalam ruang sidang. 

Lalu, JPU Harri Citra juga mengikuti sidang secara online di Kantor Kejari Aceh Utara yang berada di kawasan Desa Alue Buket Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara

“Nota pembelaan ini dilandaskan dengan harapan Majelis Hakim dapat memeriksa dan memutus perkara ini dengan bijaksana, penuh kearifan, serta senantiasa berkiblat pada rasa keadilan,hati nurani kemanusiaan dan tanggung jawab kepada Tuhanyang Maha Esa,” ujar T Hasansyah. 

Sekiranya Majelis Hakim berkenan memberikan putusan terhadap diri terdakwa sebuah putusan yang adil, arif dan bijaksana yang semata-mata berdasarkan kepada keadilan yang hakiki atas dasar mencari ridhadari Allah SWT semata. 

Menurut pengacara terdakwa, hukuman penjara seumur hidup dengan perintah terdakwa tetap ditahan, sebagaimana disampaikan JPU terlalu berat bagi terdakwa. 

Terdakwa Muhammad Yuni Alias Izal dalam pengakuannya pada fakta persidangan tidak mempunyai niat atau bermaksud untuk menghilangkan nyawa korban. 

Tapi hanya sekedar untuk membuat korban pingsan atau hilang kesadaran agar dapat menguasai atau menggelapkan mobil milik korban yang telah direncanakan bersama-sama dengan Nurdin alias Yan dan Nazaruddin Alias Lois (DPO) sejak dari Kota Medan. 

Taufik juga menyampaikan terdakwa dipersidangan sudah mengakui terus terang, dan menyesali perbuatannya serta berjanji tidak akan mengulangi lagi; kemudian terdakwa jujur dan sopan selama proses persidangan;

Selain itu, tidak berbelit-belit, sehingga memudahkan persidangan. Kemudian masih mempunyai tanggungan keluarga; dan belum pernah dihukum. 

“Kami Penasehat Hukum dan terdakwa memohon kepada Majelis Hakim Yang Mulia untuk memberi putusan hukum yang seringan-ringannya,” pinta Taufik. 

Hakim setelah materi pembelaan terdakwa, memberikan kesempatan kepada jaksa untuk mengajukan tanggapan atas materi pembelaan. Harri menyebutkan, dirinya akan mengajukan replik pada sidang yang akan datang, Senin (21/2/2022).(*)

Baca juga: Nama Adli Abdullah Berada Dipuncak Sebagai Calon Pj Gubernur Aceh

Baca juga: Gara-gara WiFi Diputus Sebagai Hukuman, Remaja 15 Tahun Nekat Tembak Mati Keluarganya Pakai Senapan

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved