Breaking News:

Luar Negeri

Malaysia Butuh 600 Ribu Pekerja Asing, MoU dengan Indonesia Ditandatangani Bulan Ini

Semenjak Covid-19 melanda dunia awal 2020 lalu, Malaysia kehilangan hampir 700 ribu pekerja di berbagai sektor.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Safriadi Syahbuddin
TribunKaltim.co.id
Ilustrasi TKI atau Pekerja Migran Indonesia. 

Malaysia Butuh 600 Ribu Pekerja Asing, MoU dengan Indonesia Ditandatangani Bulan Ini

SERAMBINEWS.COM, KUALA LUMPUR – Kepergian tenaga kerja asing secara besar-besaran di Malaysia semenjak dua tahun belakangan, mulai berdampak buruk terhadap perekonomian negeri jiran itu.

Semenjak Covid-19 melanda dunia awal 2020 lalu, Malaysia kehilangan hampir 700 ribu pekerja di berbagai sektor.

“Sebelum PKP (Perintah Kawalan Pergerakan), terdapat 1.8 juta pekerja asing berdaftar dengan Perkeso. Hari ini hanya 1.1 juta pekerja berdaftar. Hampir 700,000 telah meninggalkan negara,” kata M Saravanan, Menteri Sumber Daya Manusia, seperti dilansir Malaysiakini.com, Senin (14/2/2022).=

Hal tersebut disampaikan Saravanan menanggapi kritik dari anggota parlemen Petaling Jaya, Maria Chin Abdullah terkait isu perekrutan tenaga kerja asing.

Dalam pernyataan sebelumnya, Maria mengkritik kebijakan pemerintah yang dinilai lebih memprioritaskan penyelesaian masalah perekrutan pembantu rumah tangga, dibandingkan dengan kekurangan tenaga kerja di lima subsektor industri di negera itu.

Baca juga: KBRI Sorot TKI Tak Digaji 7,5 Tahun Terancam Pidana Perdagangan Orang, Terjadi Kekerasan Fisik

Baca juga: TNI AL dan Polisi Kembali Tangkap Kapal Angkut Puluhan TKI Ilegal Hendak ke Malaysia

“Saya memintanya untuk menghentikan mentalitas oposisi. Berapa lama lagi Anda ingin menggunakan strategi ini untuk mendapatkan publisitas murah,” kata M Saravanan yang mengecam sikap Maria.

"Kalau dia tidak tahu faktanya, dia bisa menghubungi saya untuk penjelasan. Saya siap memberikan penjelasan. Kalau tidak, dia harus tutup mulut," imbuh Saravanan, dikutip Serambinews.com dari Malaysiakini.

Pada, Sabtu (12/2/2022) Maria dilaporkan telah mengatakan negara harus berada di jalur yang lebih strategis untuk menghidupkan kembali industri yang tidak stabil.

Menurutnya, Federasi Produsen Malaysia menyerukan penambahan lebih dari 600.000 pekerja asing pada tahun 2022 untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja kritis yang saat ini dihadapi.

"Ini juga menemukan industri listrik dan elektronik (E&E), makanan dan minuman, bahan kimia dan produk kimia, logam fabrikasi dan produk karet di antara lima sub-sektor manufaktur teratas yang paling terpengaruh oleh kekurangan ini," kata Maria.

Baca juga: Lagi, 6 Imigran Rohingya Mencoba Kabur, Berhasil Diamankan Petugas yang Sedang Patroli

MoU dengan Indonesia

Sebelumnya, Saravanan mengatakan, rapat kabinet memutuskan bahwa nota kesepahaman (MoU) tentang perekrutan tenaga kerja wanita (TKW) untuk pembantu rumah tangga, harus segera ditandatangani.

"Bukan saya bermati-matian untuk menandatangani MoU dengan Indonesia untuk pembantu rumah. Sayangnya MoUsudah berlangsung selama bertahun-tahun,” kata Saravanan.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved