Rabu, 8 April 2026

Rasisme

PPP Kecam Sikap Rasisme Terhadap Muslim India

Sebab itu, ia meminta pemerintah India untuk memberikan perhatian atas kejadian itu, karena hal ini sudah menjadi perhatian dunia internasional.

Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Ansari Hasyim
Wali Kota Banda Aceh, Hj Illiza Sa'aduddin Djamal SE 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Illiza Sa'aduddin Djamal mendukung aksi Muskaan Khan yang teguh mempertahankan hak dan pendidikannya di tengah perlakuan rasisme Hindu terhadap muslim di India.

"Buat kami, Muskaan Khan adalah wajah perlawanan yang menolak tindakan rasisme terhadap dirinya dan umat Islam lainnya di tengah larangan menggunakan hijab, dan ini perlu kita dukung," ungkap Illiza, Senin (14/2/2022).

Anggota DPR RI ini menyesalkan dan mengutuk keras kejadian tersebut.

Sebab itu, ia meminta pemerintah India untuk memberikan perhatian atas kejadian itu, karena hal ini sudah menjadi perhatian dunia internasional.

"Persoalan rasisme terhadap umat Islam di India bukan yang pertama kali tapi sudah sering terjadi. Tindakan diskriminasi terhadap umat Islam tidak hanya terjadi dalam dunia pendidikan tapi juga di berbagai bidang termasuk pekerjaan dan kesehatan," paparnya.

Menurut Illiza, aksi rasisme atas nama agama tak masuk akal dan tidak dapat dibenarkan.

Kapolda Aceh Kunker Ke Aceh Tenggara dan Gayo Lues, Ini Agendanya

Umat muslim, khusunya pelajar muslim di India, tambah mantan wali kota Banda Aceh ini, berhak mendapatkan haknya dan mempertahankan keyakinannya.

Seperti diberitakan, seorang pelajar dari India Muskaan Khan, menjadi sorotan media atas aksinya melakukan perlawanan terhadap kebijakan sekolahnya yang melarang penggunaan hijab di sekolah.

Kisah Kakek Khalidin Bawa Cucu Berlindung di Balik Pohon Kopi Saat Puting Beliung Hancurkan Rumahnya

Aksi Muskaan Khan pun beredar luas di media sosial.

Permasalahan tersebut dimulai saat siswa di sebuah kampus pra-universitas, setara dengan SMA, di distrik Udupi, Karnataka, tidak memperbolehkan siswanya menggenakan jilbab di dalam kelas.

Hal tersebut yang menyebabkan terjadi protes hingga permasalahan tersebut meluas.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved