Breaking News:

Luar Negeri

Seorang Warga Palestina Meninggal Ditembak Pasukan Israel saat Bentrokan di Tepi Barat

Penembakan warga Palestina itu dilakukan saat pasukan Israel bersiap untuk menghancurkan rumah seorang pria yang dituduh membunuh seorang warga Israel

Editor: Faisal Zamzami
HAZEM BADER /AFP
Tentara Israel menyeret perempuan Palestina yang memprotes pembongkaran rumah mereka di Kota Hebron, Tepi Barat, Selasa (28/12/2021). 

SERAMBINEWS.COM, YERUSALEM - Pasukan Israel menembak seorang warga Palestina hingga meninggal dunia dalam bentrokan di Tepi Barat yang diduduki Israel, kata Kementerian Kesehatan dan para saksi, Senin (14/2/2022).

Penembakan warga Palestina itu dilakukan saat pasukan Israel bersiap untuk menghancurkan rumah seorang pria yang dituduh membunuh seorang warga Israel.

Bentrokan terjadi pada Minggu malam (13/2) di desa Silat al Harithiya yakni lokasi rumah dari seorang warga Palestina yang telah ditahan dan didakwa melakukan pembunuhan terhadap seorang warga Israel.

Sebelumnya, seorang warga Israel terbunuh dalam serangan penembakan terhadap sebuah mobil di dekat pos terdepan Yahudi Homesh pada 16 Desember 2021.

Saksi mata mengatakan terjadi baku tembak antara tentara Israel dengan warga Palestina yang bersenjata seadanya, setelah pasukan Israel tiba untuk melakukan pembongkaran.

Baca juga: Warga Palestina Bakar Kendaraan Konstruksi Israel di Perbatasan Jalur Gaza

Baca juga: Pasukan Israel Bunuh Tiga Pejuang Palestina, Fatah Sebut Sebagai Syuhada

Militer Israel mengatakan akan menghancurkan lantai rumah tempat tinggal dari seorang pria Palestina yang menyerang warga Israel.

Ratusan warga Palestina kemudian melempar batu dan bom molotov ke arah tentara Israel.

Aksi ini ditanggapi tantara Israel dengan menembaki mereka.

Namun seperti dikutip dari Antara, pihak militer Israel tidak mengonfirmasi tentang kematian warga Palestina.

Sedangkan menurut Kementerian Kesehatan Palestina, satu warga Palestina tewas dan 10 lainnya terluka.

Israel mengatakan pembongkaran yang dilakukan di rumah penyerang dapat membantu mencegah serangan di masa yang akan datang.

Kelompok hak asasi manusia mengecam tindakan tentara Israel, yang sering menargetkan rumah-rumah warga Palestina yang ditinggali oleh seluruh anggota keluarga.

Baca juga: Ritual di Pantai Payangan Tewaskan 11 Orang, Polisi Ungkap Motif: Faktor Ekonomi hingga Ilmu Hitam

Baca juga: Ini Nama-nama Perwira Polres Bener Meriah Dimutasi, dari Kabag hingga Kapolsek

Baca juga: Asal Usul Hari Valentine Ternyata Bertentangan dengan Akidah Islam, Simak Penjelasan Buya Yahya

Kompas.tv

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved