Breaking News:

Internasional

Jet Tempur Arab Saudi Kembali Hancurkan Belasan Kendaraan Militer Houthi di Yaman

Jet tempur koalisi pimpinan Arab Saudi kembali menghancurkan belasan kendaraan militer milisi Houthi. Serangan udara digencarkan di Provinsi Marib

Editor: M Nur Pakar
AFP/STR
Pejuang yang setia kepada pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi mengambil posisi di garis depan al-Jawba menghadapi milisi Houthi, di Provinsi Marib pada 14 Januari 2022. 

SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Jet tempur koalisi pimpinan Arab Saudi kembali menghancurkan belasan kendaraan militer milisi Houthi.

Serangan udara digencarkan di Provinsi Marib dan Hajjah, Yaman, kata Koalisi untuk Memulihkan Legitimasi, Rabu (16/2/2022).

Dilaporkan, sebanyak 14 kendaraan militer hancur dan sejumlah milisi Houthi tewas.

Dilansir ArabNews, Koalisi melancarkan 17 serangan udara selama 24 jam terakhir.

Pada Selasa (15/2/2022), utusan khusus PBB untuk Yaman, Hans Grundberg mengutuk serangan Houthi baru-baru ini di UEA.

Dia menyampaikan pada pertemuan dengan Dewan Keamanan (DK) PBB tentang perkembangan terbaru di Yaman.

Baca juga: Jet Tempur Arab Saudi Hancurkan Kendaraan Militer Houthi di Hajjah

Dia mengatakan serangan Houthi di Arab Saudi dan UEA menunjukkan konflik akan berisiko lepas kendali.

Dikatakan, kecuali ada upaya serius segera oleh pihak-pihak Yaman, kawasan dan komunitas internasional untuk mengakhiri konflik ini.

Sementara itu, Duta Besar UEA untuk PBB mengkritik organisasi tersebut karena gagal membendung agresi Houthi.

DIkatakan, kelumpuhan berkelanjutan dari upaya PBB untuk mengakhiri perang di Yaman.

Lana Nusseibeh meminta masyarakat internasional untuk menangani lebih tegas dan realistis dengan Houthi.

Baca juga: Koalisi Arab Saudi Bantai 200 Anggota Milisi Houthi di Haradh

Dia beharap menjatuhkan sanksi lebih lanjut kepada mereka, memotong pendanaan dan secara ketat menerapkan embargo senjata.

Linda Thomas-Greenfield, duta besar AS untuk PBB, mengatakan kepada DK PBB, Houthi masih menahan staf Kedutaan Besar AS di Yaman saat ini.

Bahkan, dan mengendalikan bekas kompleks kedutaan di Sanaa.

Dia menyerukan pembebasan segera mereka tanpa cedera.

"Kesimpulan yang tak terhindarkan, kami gagal menunjukkan kepada Houthi, ada konsekuensi atas perilaku jahat mereka," katanya.(*)

Baca juga: AS Kembali Berkomitmen Lindungi Arab Saudi dari Serangan Houthi

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved