Selasa, 28 April 2026

Internasional

Utusan UEA Kritik Keras PBB, Gagal Cegah Serangan Drone dan Rudal Milisi Houthi

Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk PBB pada Selasa (15/2/2022) mengkritik keras organisasi tersebut. Dia beralasan, PBB gagal membendung agresi

Editor: M Nur Pakar
AFP
Dewan Keamanan (DK) PBB menggelar pertemuan membahas perang Yaman di New York, AS, Selasa (15/2/2022). 

SERAMBINEWS.COM, NEW YORK - Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk PBB pada Selasa (15/2/2022) mengkritik keras organisasi tersebut.

Dia beralasan, PBB gagal membendung agresi Houthi.

Lana Nusseibeh mengutuk penggunaan pelabuhan Hodeidah oleh milisi Houthi yang didukung Iran untuk menyimpan senjata.

Kemudian, meluncurkan serangan ke rute maritim untuk mengancam keamanan navigasi dan negara-negara di kawasan itu.

Dia menyerukan PBB untuk memantau pelabuhan dan mencegah penggunaan untuk peperangan.

"Semuanya tetap di tangan mereka. pikirkan sifat ideologi ekstremis Houthi dan niat mereka yang sebenarnya," ujarnya.

Baca juga: Uni Emirat Arab Hancurkan Tiga Drone Sebelum Menembus Abu Dhabi

Dilansir kantor berita negara WAM, Rabu (16/2/2022), dia juga menyerukan penunjukan Houthi sebagai organisasi teroris.

Pernyataannya disampaikan pada pertemuan DK PBB untuk membahas perkembangan terakhir di Yaman.

Kurang dari sebulan setelah serangan milisi Houthi pada 17 Januari 2021 di Abu Dhabi yang menewaskan tiga warga sipil dan melukai enam lainnya.

Pada saat itu, DK PBB dengan suara bulat mengutuk serangan tersebut, seperti yang dilakukan lebih dari 120 negara dan organisasi internasional.

Terlepas dari kecaman internasional, serangan Houthi terus berlanjut terhadap UEA dan Arab Saudi.(*)

Baca juga: Milisi Houthi Lancarkan Serangan ke Abu Dhabi, Tiga Orang Tewas dan Enam Terluka Terbakar

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved