Video
VIDEO Migor di Aceh Singkil Sudah Mahal Langka Pula, Pedagang Gorengan Resah Keliling Pasar Mencari
pedagang grosir di Aceh Singkil, menyebut langkanya migor karena tidak ada pasokan dari Medan. Kendati sudah berulang kali melakukan pemesanan.
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Hari Mahardhika
Laporan: Dede Rosadi | Aceh Singkil
SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Minyak goreng (Migor) di Kabupaten Aceh Singkil terpantau mahal dan sulit didapati, dengan harga per liternya di kisaran Rp 17 ribu sampai Rp 20 ribu.
Harga tersebut di atas ketetapan satu harga pemerintah sebesar Rp 14 ribu per liter.
Dampak mahal dan langkanya migor dirasakan Kasman, seorang pedagang gorengan di pinggir jalan Singkil-Singkil Utara.
Untuk mendapatkan minyak goreng, anaknya yang ditugaskan belanja harus berkeliling dari satu toko ke toko lain mencari.
Sejauh ini, Kasman masih bertahan menjual gorengan dengan harga Rp 1.000 per bilah. Kendati keuntungannya berkurang akibat mahalnya minyak goreng.
Sementara itu pedagang grosir di Aceh Singkil, menyebut langkanya migor karena tidak ada pasokan dari Medan, Sumatera Utara. Kendati sudah berulang kali melakukan pemesanan.
Mahal dan langkanya migor di Aceh Singkil, cukup ironis. Di tengah melimpahnya kelapa sawit yang jadi bahan baku minyak goreng.(*)
Narator: Suhiya Zahrati
Video Editor: Hari Mahardhika