Breaking News:

Salam

Semoga Tahun Ini Dapat Kuota Penuh Berhaji

Ini berarti naik sekitar Rp 10 juta dibandingkan tarif pada saat kondisi normal atau sebelum pandemi yang berkisar Rp 35 jutaan perjamaah

Editor: bakri
TRIBUNNEWS/HUMAS KEMENAG RI
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut. 

Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, mengusulkan biaya haji 1443 Hijriah/2022 Masehi sebesar Rp 45 juta.

Ini berarti naik sekitar Rp 10 juta dibandingkan tarif pada saat kondisi normal atau sebelum pandemi yang berkisar Rp 35 jutaan perjamaah.

"Usulan biaya penyelenggaraan ibadah haji tahun 2022 sebesar Rp 45.053.368 per jamaah," kata Menag dalam rapat dengan Komisi VIII DPR, dua hari lalu.

Biaya sebesar Rp 45 juta tersebut akan digunakan untuk keperluan para jamaah di antaranya untuk biaya penerbangan, biaya hidup (living cost), sebagian biaya di Makkah dan Madinah, biaya visa, dan biaya PCR di Arab Saudi.

Menteri Agama menjelaskan sejumlah pertimbangan usulan BPIH itu untuk menyeimbangkan serta meringankan beban biaya yang harus dibayar seorang calon jamaah haji.

"Penyeimbang antara besaran beban jamaah dengan keberlangsungan ibadah haji di tahun berikutnya.

Keseimbangan tersebut untuk meringankan jamaah dengan biaya yang harus dibayar.

" Menag Yaqut mengatakan jika mengacu pada kalender hijriah dan asumsi normal, jamaah haji pertama akan mulai berangkat pada 5 Juni 2022 yang artinya persiapan untuk pemberangkatan ibadah haji 2022 terhitung pendek.

Hingga kemarin, Pemerintah Arab Saudi belum memberikan kepastian soal penyelenggaraan ibadah haji 2022.

Baca juga: Kemenag Usul Biaya Perjalanan Haji Reguler BIPIH 2022 Rp 45 Juta Per Jemaah, Ini Rincian Biayanya

Baca juga: Arab Saudi Catat 1.569 Kasus Baru Virus Corona dan Satu Kematian

Padahal waktu persiapan tinggal 3,5 bulan untuk pemberangkatan pertama.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved