Breaking News:

Salam

“Berempatilah Pada Rakyat”

Kepala Divisi Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo menegaskan, semua anggota Polri yang mengamankan unjuk rasa nantinya

Editor: bakri
Dok Polres Lhokseumawe
Kasat Lantas Polres Lhokseumawe AKP Vifa Fibriana Sari memantau proses penambalan jalan berlubang, Jumat (30/7/2021) 

Kepala Divisi Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo menegaskan, semua anggota Polri yang mengamankan unjuk rasa nantinya harus berpakaian dinas lengkap.

Dengan berpakaian dinas resmi akan memudahkan melakukan penindakan bila ada oknum anggota melakukan pelanggaran disiplin.

Termasuk mencegah potensi insiden penembakan seperti yang terjadi di Parigi Moutong.

Pengamanan aksi unjuk rasa oleh anggota Polri selama ini biasanya tak hanya dilakukan anggota yang berpakaian dinas lengkap, tapi juga didukung anggota polisi dengan berpakaian preman.

Namun keberadaan anggota polisi berpakaian preman saat mengamankan unjuk rasa itu mendapat sorotan setelah terjadinya insiden penembakan yang menewaskan 1 pendemo yang menolak tambang di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Kasus tersebut kini tengah didalami Propam Polri dan Polda Sulawesi Tengah.

Irjen Ferdy Sambo mengungkap yang menembak hingga menewaskan seorang pendemo adalah oknum polisi berpakaian preman.

"Kejadian di Parigi yang melakukan penembakan semua anggota berpakaian preman," katanya.

Menembak secara terukur dengan menggunakan peluru karet atau memukul dengan pentungan untuk memaksa mundur demonstran bukanlah hal yang diharamkan di kepolisian.

Demikian juga kehadiran para anggota aparat keamanan berpakaian preman seperti dari reserse dan intel juga menjadi hal yang lumrah dan dibolehkan.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved