Breaking News:

Kuliner

Sensasi Unik Andaliman ‘Empan’ untuk Bahan Masakan Khas Gayo

Selain sebagai bumbu masakan, andaliman juga baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh karena kaya akan vitamin C dan E.

Editor: Taufik Hidayat
Foto kiriman warga
Buah empan dari tumbuhan yang bernama latin Zanthoxylum acanthopodium DC 

Laporan Saleh Adli | Blangkejeren

SERAMBINEWS.COM - Empan. begitu sebutannya dalam bahasa Gayo. Masyarakat Gayo biasanya menggunakan andaliman "empan" sebagai bumbu masakan, seperti sambal matah, dan iken masam jaing (ikan asam pedas). 

Andaliman "empan" disukai karena cita rasanya yang khas dan memiliki sifat sensorik. Saat digigit, rasanya sedikit segar seperti jeruk, pedas menggigit, dan meninggalkan sensasi getir, kelu, atau kebas di lidah. Sensasi tersebut muncul karena kandungan hydroxy-alpha-sanshool di dalamnya. 

Tumbuhan yang bernama latin Zanthoxylum acanthopodium DC memiliki bentuk buah kecil-kecil bergerombol berukuran seperti buah lada berwarna hijau. 

Batangnya yang berduri memberikan kesulitan tersendiri untuk memetik buahnya, namun dibalik itu ada sensasi yang berbeda ketika empan ini jadi bahan pelengkap makanan. 

Tumbuhan ini sangat banyak di jumpai di dataran tinggi Gayo, maka tidak heran jika masyarakat disana banyak yang menggunakan Andaliman "empan" sebagai bumbu pelengkap masakan. 

Daerah lain seperti Sumatra Utara, andaliman dikenal dengan ‘Merica Batak’ lantaran menjadi bumbu kunci pada masakan khas Batak Toba. 

Selain sebagai bumbu masakan, andaliman juga baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh karena kaya akan vitamin C dan E serta mengandung senyawa yang berfungsi sebagai antimikroba antioksindan.(*)

Baca juga: Kemenparekraf Dorong Peningkatan Inovasi Sektor Kuliner Aceh, Sandiaga Uno: Kuliner Penunjang Wisata

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved