Breaking News:

Berita Aceh Utara

Setelah Berhenti Lima Hari, Nelayan Aceh Utara Kembali Melaut

Ratusan nelayan dari sejumlah desa di Kecamatan Samudera Aceh Utara mulai Senin (22/2/2022) kembali mulai melaut

Penulis: Jafaruddin | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/JAFARUDDIN
Perwakilan dari Pemerintah, TNI dan Polri mengadakan pertemuan dengan nelayan terkait keluhan tentang pukat trawl di Aceh Utara. 

Laporan Jafaruddin I Aceh Utara 

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Ratusan nelayan dari sejumlah desa di Kecamatan Samudera Aceh Utara mulai Senin (22/2/2022) kembali mulai melaut setelah adanya jaminan tidak akan ada lagi beroperasi pukat trawl di kawasan mereka. 

Hal itu diperoleh dari hasil pertemuan nelayan bersama panglima laot kecamatan dan Aceh Utara dengan unsur pemerintah, TNI dan Polri di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Kuta Geulumpang Kecamatan Samudera, Aceh Utara, Minggu (20/2/2022) siang.

Pertemuan itu diadakan atas keluhan ratusan nelayan dari sejumlah desa di Kecamatan Samudera Kabupaten Aceh Utara yang sudah lima hari, 16-20 Februari 2022 tidak melaut. 

Baca juga: Serikat Pekerja Demo di Simpang Lima dan Datangi DPRA, Minta Pembatalan Aturan Jaminan Hari Tua

Mereka tidak berani melaut setelah mereka mendapat ancaman dari pengguna pukat trawl (harimau) akan menabrak perahu dan boat. 

Ancaman ini juga muncul setelah nelayan di kawasan itu membakar satu boat yang menggunakan trawl. 

“Mulai kemarin sudah ada nelayan yang kembali melaut di kawasan kami,” ujar Panglima Laot Samudera Syafi'i, kepada Serambinews.com, Rabu (23/2/2022). 

Berdasarkan laporan nelayan yang sudah melaut, kemarin tidak ada lagi pukat trawl yang beroperasi di kawasan mereka.

Sehingga nelayan lebih leluasa untuk mencari ikan. Sedangkan sebelumnya adanya pertemuan tersebut, setiap 20-30 pukat trawl beroperasi di perairan Samudera dan sekitarnya. 

Baca juga: Keluarga Bantah Harta Warisan Dorce Gamalama Jadi Rebutan, Surat Wasiat Dibuka Setelah 40 Hari Wafat

“Informasi dari nelayan ada petugas yang melakukan patroli di kawasan perairan Samudera, sehingga tidak ada pukat trawl.

Namun, mereka tidak mengetahui dari satuan mana petugas tersebut,” ujar Panglima Laot Samudera. 

Nelayan berharap agar ke depan petugas terus melakukan patroli, sehingga tak ada lagi pukat trawl yang beroperasi di kawasan mereka.(*) 

Baca juga: Haji Uma Bantu Sekeluarga Pulang ke Aceh, Ibu dan Anak Bocor Jantung Berlinang Air Mata

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved