Pisang Cavendish
Pisang Cavendish Bener Meriah Diupayakan Tembus Pasar Timur Tengah
Sekarang ini, sebutnya dimulai dulu dengan pisang Cavendish, karena pisang ini dalam jangka waktu 11 bulan sudah panen, bisa diekspor, dan permitaan p
Penulis: Budi Fatria | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Budi Fatria | Bener Meriah
SERAMBINEWS.COM, REDELONG - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM) RI Teten Masduki mengatakan, pisang Cavendis dari Kabupaten Bener Meriah diusahakan bisa tembus pasar timur tengah.
Hal tersebut disampaikan Menteri Teten saat melaunching penanaman pisang Cavendish pola kemitraan petani, di Dusun Teget, Kampung Blang Rakal, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Bener Meriah, Sabtu (26/2/20220).
“Pisang Cavendish yang dikembangkan di Bener Meriah ini direncanakan selain untuk pasar dalam negeri juga diusahakan bisa tembus pasar timur tengah,” ujar Teten.
Menurutnya, tujuan dari program ini adalah bagaimana meningkatkan kesejahteraan petani.
“Kita sudah harus mulai mengembangkan komoditi-komoditi unggul lainya untuk pasar dalam negeri maupun luar negeri, bukan hanya pisang Cavendish.
Sekarang ini, sebutnya dimulai dulu dengan pisang Cavendish, karena pisang ini dalam jangka waktu 11 bulan sudah panen, bisa diekspor, dan permitaan pasar juga besar.
Kedepan kata Teten yang lagi dibidik adalah pasar China, karena di negeri tirai bambu itu jumlah penduduknya 1,4 miliar orang.
“Kalau kita hitung penduduknya 1,4 miliar, satu orang saja 1 Kg yang makan pisang Cavendish, maka 1,4 miliar kilogram pisang yang dibutuhkan,” terangnya.
• Bener Meriah Siapkan 300 Hektare Lahan Kembangkan Pisang Cavendish Pola Kemitraan Petani
Di China kata Teten, gaya hidup juga sudah mulai berubah dari kebiasan minum teh sekarang sudah minum kopi, sama dengan di India yang dulunya minum teh sekarang sudah mulai beralih ke minum kopi.
“Ini menjadi peluang besar dengan menyiapkan komoditi-komoiti hortikulktura yang unggul, disini kita punya potensi itu dan bisa dikembangkan, malah bisa menjadi pusat pangan nasional,” ungkapnya.
Maka dari itu perlu mengkonsolidasi petani-petani kecil perorangan agar bisa berkembang.
“Pertanian tidak boleh lagi dalam skala keci-kecilan, gak akan pernah membawa kesejahteraan masyarakat. Karena itu kita bikin corporate planning agar lebih efisien untuk menjual ke pasar dalam negeri maupun luar negeri agar terjaga kualitas dan kuantitasnya, ini hanya bisa dilakukan kalau petani-petani kecil kita konsolidasi,” imbuhnya.
• Bupati Sarkawi Minta Kementan Hibahkan Lahan 371 Ha untuk Pengembangan Pisang Cavendish
Sebagaimana diketahui, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bener Meriah bekerjasama dengan PT Great Giant Pineapple (GGP) kembali melakukan pengembangan tanaman pisang Cavendish dengan pola kemitraan petani.
Sebelumnya, Pemkab Bener Meriah juga sudah bekerjasama dengan PT GGP dengan mengembangkan pisang Cavendish di lahan seluas 3,5 hektare tepatnya di Balai Benih Hortikultura Rimba Raya.
Kali ini, pengembangan tanaman pisang Cavendish dengan pola kemitraan petani tersebut berlokasi, di Dusun Teget, Kampung Blang Rakal, Kecamatan Pintu Rime Gayo dengan luas lahan tahap awal 12 hektar, dan target selanjutnya seluas 300 hektar.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pisaaang-689ij.jpg)