Selasa, 21 April 2026

Internasional

Presiden Ukraina Minta Relawan Asing Bergabung Melawan Agresi Tentara Rusia

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, Minggu (27/2/2022) minta relawan asing dari seluruh dunia untuk bergabung dengannya.

Editor: M Nur Pakar
Screenshoot
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky 

SERAMBINEWS.COM, KIEV - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, Minggu (27/2/2022) minta relawan asing dari seluruh dunia untuk bergabung dengannya.

Dilaporkan, pasukan Ukraina dan Rusia bertempur di jalanan di Kharkiv, kota terbesar kedua di Ukraina

Volodymyr Zelenskyy telah meminta warga asing untuk melakukan perjalanan ke negaranya dan membantu mengusir pasukan Rusia.

Sedangkan pertempuran semakin intensif saat memasuki hari keempat.

Penduduk Kiev terbangun dan menemukan ibu kota masih berada di tangan Ukraina.

"Siapa pun yang ingin bergabung dengan pertahanan Ukraina, Eropa dan dunia dapat datang dan bertarung berdampingan dengan Ukraina," kata kantor Zelenskyy dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Ini Adalah Tanah Air Kami, Presiden Ukraina Berdiri Tegak di Ibu Kota Kiev

“Tidak ada kontribusi yang lebih besar yang dapat Anda berikan demi perdamaian," tambahnya.

Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba menggemakan seruan itu.

Dia mengundang orang asing untuk menghubungi misi diplomatik luar negeri Ukraina di negara masing-masing.

Jerman berkomitmen meningkatkan belanja pertahanan sebesar $100 miliar setelah invasi Rusia

Apa yang terjadi setelah penghapusan dari SWIFT? Telepon atau faks, kata pejabat AS

'Doa untuk Ukraina' yang menakjubkan bukanlah sebuah lelucon

Aplikasi yang berbasis di California, Premise , melawan tuduhan membantu militer Rusia

Menurut pejabat regional, kendaraan Rusia masuk ke Kharkiv, sebuah kota berpenduduk 1,4 juta orang dari perbatasan dengan Rusia.

Baca juga: Anggota Parlemen Ukraina Angkat Senjata, Pertempuran Jalanan Akan Bangkitkan Semangat Rakyat

Semalam, pasukan Rusia meledakkan pipa gas di kota itu.

Para pejabat berusaha meyakinkan penduduk, itu bukan serangan nuklir setelah ledakan itu mengirim bola api besar ke langit.

“Cukup berbahaya di jalanan kota sekarang,” kata Kepala Polisi Volodymyr Tymoshko sambil memohon kepada warga untuk tidak keluar.

“Karena kelompok kecil musuh yang masuk ke kota, pertempuran terus berlanjut," ujarnya.

Berbicara dalam pesan video yang diposting di akun Instagram Zelenskyy menyebut malam itu brutal di seluruh negeri.

Pasukan Rusia menargetkan bangunan tempat tinggal, taman kanak-kanak dan bahkan ambulans, katanya.

Rusia membantah telah menargetkan warga sipil.

Kiev akan tetap berada di bawah jam malam yang ketat sampai jam 8 pagi waktu setempat pada Senin (28/2/2022).

Sehingga, memperumit tugas menilai intensitas pertempuran, karena penduduk diberitahu menghindari keluar ke jalan dan mencari perlindungan.

Baca juga: Bantuan dari Barat Terlalu Lambat, Presiden Ukraina Ajak Warga Eropa Angkat Senjata Lawan Rusia

Pihak berwenang melaporkan bentrokan dengan kelompok sabotase Rusia sepanjang Sabtu (26/2/2022) malam.

Amunisi Rusia menghantam lokasi limbah radioaktif.

Ttetapi tingkat kerusakannya tidak diketahui karena penembakan terus berlanjut dan rudal, kata Inspektorat Nuklir Ukraina dalam sebuah pernyataan.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved