Breaking News:

Berita Luar Negeri

Taliban Sisir Rumah Penduduk, Dubes Uni Eropa: Hentikan Intimidasi

Taliban melakukan penyisiran keamanan besar-besaran di Kabul dan kota-kota Afghanistan lainnya sejak Jumat pekan lalu

Editor: bakri
AFP
Dua anggota Taliban menjadia pintu gerbang salah satu universitas negeri di Afghanistan, Rabu(2/2/2022). 

KABUL - Taliban melakukan penyisiran keamanan besar-besaran di Kabul dan kota-kota Afghanistan lainnya sejak Jumat pekan lalu.

Pasukan Taliban masuk dari rumah ke rumah untuk mencari senjata dan penjahat yang dipersalahkan atas serentetan perampokan dan penculikan baru-baru ini.

Operasi yang dimulai pada Jumat (25/2/2022), membuat khawatir banyak orang menjadi sasaran, karena hubungan mereka dengan rezim yang didukung Barat sebelumnya atau pasukan asing pimpinan AS yang akhirnya mundur pada 31 Agustus.

Beberapa warga yang marah mengunggah video di media sosial yang menunjukkan rumah-rumah yang mereka katakan telah dihancurkan selama penyisiran Taliban.

Tetapi beberapa orang mengatakan kepada AFP bahwa kehadiran mereka sopan dan sepintas.

"Saat itu hanya keponakan saya di rumah ketika mereka datang dan mereka membuat kekacauan besar," kata seorang warga, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya.

Kepada AFP, dia menunjukkan serangkaian gambar yang mengungkapkan gangguan yang cukup besar.

Damullah Mohibullah Mowaffaq, sniper top Taliban yang menjadi Wali Kota Maymana di Afghanistan, difoto di kantornya pada 18 Januari 2022. Maymana adalah ibu kota provinsi Faryab di ujung barat laut Afghanistan.
Damullah Mohibullah Mowaffaq, sniper top Taliban yang menjadi Wali Kota Maymana di Afghanistan, difoto di kantornya pada 18 Januari 2022. Maymana adalah ibu kota provinsi Faryab di ujung barat laut Afghanistan. (AFP/ELISE BLANCHARD)

Taliban menyebut penyisiran itu sebagai operasi pembersihan.

"Kami mencoba mengambil tindakan terhadap para penculik, pencuri dan penjarah yang memiliki senjata di tangan mereka dan mengancam kehidupan orang-orang," kata juru bicara Zabihullah Mujahid pada konferensi pers seperti dilansir Al Jazeera pada Minggu (27/2/2022).

Baca juga: Damullah Mohibullah Mowaffaq, Penembak Jitu Taliban Jadi Wali Kota Maymana di Afghanistan

Baca juga: Taliban Salahkan Barat, Krisis Kemanusiaan Semakin Mendalam di Afghanistan

Dia mengatakan pihak berwenang menemukan dua korban penculikan selama operasi, dan juga membebaskan dua gadis remaja yang mereka temukan dirantai di ruang bawah tanah.

Mujahid mengatakan senjata ringan dan berat, bahan peledak, peralatan radio dan drone telah disita, serta kendaraan milik militer atau pemerintah.

Enam orang yang dicurigai sebagai anggota kelompok ISIL (ISIS) telah ditangkap bersama dengan sembilan penculik dan 53 "pencuri profesional".

“Kami ingin meyakinkan penduduk Kabul bahwa operasi ini tidak melawan rakyat biasa,” kata Mujahid.

Taliban juga meningkatkan patroli jalan di ibu kota dan membuat penghalang jalan sementara di persimpangan utama, di mana mereka mencari kendaraan secara acak atau memeriksa identitas orang-orang di dalamnya.

“Lusinan polisi wanita yang baru dilatih terlibat dalam penyisiran jika tidak ada laki-laki di rumah yang digeledah,” kata Mujahid.

Media sosial menunjukkan gambar dan klip video dari pintu dan lemari yang telah dihancurkan, bantal dan kasur terkoyak, dan barang-barang berserakan di lantai.

“Intimidasi, penggeledahan rumah, penangkapan dan kekerasan terhadap anggota kelompok etnis dan perempuan yang berbeda adalah kejahatan dan harus segera dihentikan,” cuit Andreas von Brandt, duta besar Uni Eropa untuk Afghanistan.

“Terlepas dari perang Putin, kami mengawasi Anda,” tambahnya, merujuk pada invasi Rusia ke Ukraina yang telah mendominasi siklus berita selama beberapa hari terakhir.

“Fokus untuk mengamankan Eropa dari Putin,” jawab Muhammad Jalal, seorang pejabat Taliban dengan kehadiran media sosial yang produktif. (kompas.com)

Baca juga: Taliban Buka Kembali Sejumlah Universitas, Kehadiran Mahasiswi Sangat Minim

Baca juga: Taliban Eksekusi 100 Eks Pegawai, Biden Minta Taliban Bebaskan Sandera AS sebagai Syarat Legitimasi

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved