Warga Aceh di Ukraina
Gubernur Nova Doakan Warga Aceh di Ukraina Terhindar Bahaya
Kondisi mahasiswa Aceh di luar negeri yang mendapat masalah seperti ini perlu segera ditindaklanjuti.
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Taufik Hidayat
Laporan Fikar W Eda | Jakarta
SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, MT mendoakan dua mahasiswa Aceh yang ada di Ukraina tetap sehat dan terhindar dari marabahaya. Gubernur menyatakan, agar segera melaporkan apabila ada hal-hal penanganan mendesak, serta berkoordinasi melalui Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) Jakarta.
Hal itu disampaikan Gubernur Nova dalam koordinasi terbatas dengan Forum Mahasiswa Aceh Dunia (Formad) yang juga diikuti Ketua Taman Iskandar Muda, Surya Darma, Kepala BPPA Almuniza Kamal dan sejumlah elemen mahasiswa Aceh di luar negeri, seperti Himpunan Mahasiswa Aceh Turki dan lain-lain.
“Paling penting jaga kesehatan dan keselamatan, pokonya kondisi diupdate setiap saat, via WA saya langsung atau ke kepala BPPA Pak Almuniza, bisa menghubungi Ketua Formad Andri Munazar, saya terus memantau situasi kalian” pesan Gubernur Nova Iriansyah.
Seperti diberitakan, dua warga Aceh di Ukraina yakni Muhammad Fata dan Arif Fazilla saat ini bekerja dan menjadi mahasiswa di negara tersebut.
Laporan dari Ketua Formad Andri Munazar menyebutkan, Arif Fazilla telah dievakuasi keluar dari negara Ukraina yaitu ke negara tetangga Bucharest, Romania. Arif Fazila yang merupakan mahasiswa Aceh asal Beurenuen Pidie yang sedang menempuh pendidikan spesialis radiologist.
Arif dievakuasi bersama 70 orang WNI lainnya, saat ini sedang karantina di hotel yang difasilitasi oleh KBRI Bucharest. Kata Arif, rencana selanjutnya dia akan pulang ke Indonesia setelah terkonfirmasi negatif Covid-19.
Sementara satu warga Aceh lainnya memilih menetap di Ukraina tepatnya di kota Ivano, yaitu Muhammad Fata (asal Nagan Raya). Saat ini Fata bekerja sebagai guru Tahfiz di salah satu rumah sekolah Islam dan telah berjalan selama 6 bulan.
Keputusan untuk tetap tinggal di Ivano diambil oleh Fata karena asrama yang ditinggalinya merupakan tempat yang aman karena terletak cukup jauh dari ibu kota Kiev, sekitar 14 jam perjalanan dan lebih dekat ke Polandia, sekitar 4 jam perjalanan.
Asrama sekolah tempat Fata mengajar dijadikan tempat mengungsi bagi murid dan 70 warga muslim lainnya dari Kiev. Kata Fata, jika kondisi tidak aman maka mereka akan ke Polandia. Fata berharap agar konflik Rusia-Ukraina cepat berakhir, “Saya mohon do’anya dari teman-teman semua agar konflik ini cepat berakhir," kata Fata seperti dikutip Formad.
Sementara itu Formad menunjuk satu Juru bicara yaitu Zainal Abidin Hasbullah mahasiswa Aceh di Tunisia, yang juga ketua Koordinator Hubungan Antar Lembaga FORMAD, dan mengatakan bahwa mahasiswa di luar negeri yang mendapat masalah seperti sekarang ini perlu segera ditindaklanjuti.
“Harapan kami, teman-teman bisa dipulangkan ke Indonesia, tapi kami kembalikan lagi pada pihak yang berwenang. Kita selaku anggota FORMAD terus berkomunikasi dengan teman-teman, memberi support sesama WNI terutama sesama mahasiswa dan perantau Aceh, selebihnya kita serahkan pada yg berwajib. Semoga kita bisa mengambil jalan yang terbaik buat teman-teman, khususnya buat bang Arif dan bang Fata” katanya.
Zainal menambahkan bahwa, informasi awal diketahuinya keberadaan Arif dan Fata berawal dari komunikasi Ketua Formad Andri Munazar bersama tim pengurus FORMAD melalui jejaring mahasiswa Aceh, salah satunya dengan Ikatan Mahasiswa Aceh Turki/ IKAMAT, Akbar, Haykal, Ikram, Darlis.
"Kita mendapat kontak mereka, lansung dikomunikasikan, lalu kita ajak zoom meeting bersama. Hal ini sesuai arahan ketua Formad agar perlu segera dikoordinasikan, dikoneksikan dengan pihak pemerintah Aceh/BPPA, rekan-rekan mahasiswa Aceh di negara tetangga seperti Romania (Ilham), Polandia (Fakhurradhi) dan dengan tokoh-tokoh Aceh di Jakarta," kata Zainal.(*)
Baca juga: 2 Mahasiswa Aceh Ternyata Ada di Ukraina, 1 Orang Sudah Dievakuasi ke Rumania, 1 Lagi di Perbatasan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/gubernur-doakan-warga-aceh-di-ukraina.jpg)