Video
VIDEO - Mengenal Bom Vakum yang Dituding Digunakan Rusia oleh Duta Besar Ukraina di AS
Oksana Markarova, menuding Rusia menggunakan bom vakum sebagai senjata termobarik dalam serangan terhadap Ukraina.
SERAMBINEWS.COM - Duta Besar Ukraina untuk Amerika Serikat, Oksana Markarova, menuding Rusia menggunakan bom vakum sebagai senjata termobarik dalam serangan terhadap Ukraina.
Bom vakum dapat menyedot oksigen dari udara sekitarnya untuk menghasilkan ledakan suhu tinggi.
Namun, hal ini belum dapat dikonfirmasi, meski menurut rekaman dari Ukraina telah menunjukkan peluncur roket termobarik pada kendaraan TOS-1 Rusia.
Senjata termobarik juga dikenal sebagai bom aerosol atau bahan peledak udara Senjata ini memiliki dua muatan, Muatan tahap pertama mendistribusikan aerosol yang terbuat dari bahan yang sangat halus dari bahan bakar berbasis karbon hingga partikel logam kecil.
Muatan kedua menyalakan awan itu, menciptakan bola api, gelombang kejut yang sangat besar, dan ruang hampa karena menyedot semua oksigen di sekitarnya.
Kemudian, gelombang ledakan dapat bertahan lebih lama secara signifikan daripada bahan peledak konvensional dan mampu menguapkan tubuh manusia.
Hellyer mengatakan apa yang mungkin kita lihat di Ukraina adalah Rusia menggunakan mereka dalam peran “penghancur bunker” untuk menghancurkan posisi pertahanan Ukraina.
Sedangkan versi peluncuran udara yang sangat besar dirancang untuk menghancurkan gua dan kompleks terowongan.
Bahan peledak ini pertama kali dikembangkan oleh AS dan digunakan di Vietnam. Kemudian Ilmuwan Soviet menggunakan teknologi tersebut untuk membuat bom vakum mereka sendiri.
Soviet dilaporkan menggunakan bom vakum untuk melawan China dalam konflik perbatasan tahun 1969 dan konflik Chechnya tahun 1999.
AS juga menggunakan bahan peledak ini untuk menjatuhkan para teroris di gua-gua di Afghanistan pada tahun 2017.(*)
Narator: Siti Masyithah Video Editor: T. Nasharul J