Senin, 13 April 2026

Rusia Serang Ukraina

Telepon Putin, Presiden Perancis Sebut akan Ada yang Terburuk Terjadi di Ukraina

Dia menambahkan, Putin "ingin menguasai seluruh Ukraina. Dia akan, dengan kata-katanya sendiri, melakukan operasinya untuk melakukan 'denazifikasi' Uk

Editor: Ansari Hasyim
AFP/SERGEY BOBOK
Foto ini diambil pada 27 Februari 2022 menunjukkan sebuah kendaraan pengangkut personel lapis baja Rusia (APC) terbakar di samping tubuh tentara tak dikenal selama pertempuran dengan angkatan bersenjata Ukraina di Kharkiv. - Pasukan Ukraina mengamankan kendali penuh atas Kharkiv pada 27 Februari 2022 menyusul pertempuran jalanan dengan pasukan Rusia di kota terbesar kedua di negara itu, kata gubernur setempat. (Photo by Sergey BOBOK / AFP) 

SERAMBINEWS.COM - Presiden Perancis Emmanuel Macron menyebutkan, yang terburuk akan datang di Ukraina setelah melakukan panggilan telepon selama 90 menit dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Hal tersebut disampaikan seorang ajudan Macron yang juga mengatakan, Putin tampaknya berniat merebut seluruh Ukraina.

"Perkiraan presiden adalah yang terburuk akan datang, mengingat apa yang dikatakan Presiden Putin kepadanya," kata ajudan senior Macron kepada wartawan tanpa menyebut nama.

"Tidak ada apa pun dalam apa yang dikatakan Presiden Putin kepada kami yang dapat meyakinkan kami. Dia menunjukkan tekad besar untuk melanjutkan operasi," lanjut ajudan itu dikutip dari AFP, Kamis (3/3/2022).

Dia menambahkan, Putin "ingin menguasai seluruh Ukraina. Dia akan, dengan kata-katanya sendiri, melakukan operasinya untuk melakukan 'denazifikasi' Ukraina sampai akhir."

"Anda dapat memahami sejauh mana kata-kata ini mengejutkan dan tidak dapat diterima dan presiden mengatakan kepadanya bahwa itu bohong," imbuh ajudan itu.

Profil Ramzan Kadyrov Pemimpin Chechnya, Mantan Pemberontak Kirim Pasukan Bantu Rusia Serang Ukraina

Macron juga mendesak Putin untuk menghindari korban sipil dan mengizinkan bantuan kemanusiaan masuk.

"Presiden Putin menjawab bahwa dia mendukung tetapi tanpa membuat komitmen apa pun," ujar ajudan itu, seraya menambahkan bahwa Putin membantah militer Rusia menargetkan infrastruktur sipil di Ukraina.

Profil & Perjalanan Hidup Andrei Sukhovetsky, Jenderal Top Rusia yang Tewas Ditembak Sniper Ukraina

Macron sekali lagi akan mendorong sanksi tambahan terhadap Rusia untuk memperberat dampak invasi, kata ajudan itu sambil menyangkal ketegangan terbuka antara Macron dan Putin.

"Presiden Putin memiliki cara berbicara yang sangat netral dan sangat klinis. Dia terkadang menunjukkan tanda-tanda ketidaksabaran, tetapi pada dasarnya tidak ada tanda-tanda ketegangan terbuka selama pembicaraan," ucap ajudan tersebut.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved