Breaking News:

Berita Aceh Tengah

Pemilik Pabrik Produksi Tahu dan Tempe di Aceh Tengah Keluhkan Kenaikan Harga Kedelai

Salah satu pabrik produksi tahu dan tempe di Takengon mengalami gangguan saat harga kedelai naik selama dua tahun terakhir

Penulis: Romadani | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/ROMADANI
Pabrik Produksi tahu dan tempe Okta Gelelungi Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah, Senin (7/3/2022) 

Laporan Romadani | Aceh Tengah

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON - Pemilik salah satu pabrik produksi tahu dan tempe di Takengon mengalami mengeluhkan saat harga kedelai naik selama dua tahun terakhir.

Amatan serambinews.com pada Senin (7/3/2022) di rumah produksi tahu dan tempe Okta Gelelungi, Kecamatan Pegasing Kabupaten Aceh Tengah.

Terlihat sejumlah karyawan sedang beraktifitas membersihkan kedelai hingga memotong tahu yang siap dipasarkan.

Pemilik Pabrik Produksi Tahu dan Tempe, Okta Gelelungi, Sahrin (35) mengatakan bahan baku kedelai yang ia gunakan merupakan barang impor, setiap pekannya ia pesan dari Kota Medan, Sumatera Utara.

"5-7 ton sekali belanja per pekan dari Medan, barangnya jarang langka. Namun pernah sesekali tapi tidak begitu terkendala," ujar Sahrin.

Baca juga: Pemerintah Diminta Jamin Harga Kedelai, Target produksi 200 Ribu Ton

Meski tak terkendala soal langkanya kedelai. Sahrin mengeluhkan harga Kedelai selama dua tahun terakhir atau selama mulainya pandemi covid 19 mewabah di Indonesia.

Karena harga kedelai mulai melambung tinggi.

Sebutnya, kenaikan harga kedelai mencapai Rp 5.000. sebelumnya harga kedelai mulai Rp 7.000-8.000.

Namun pada awal tahun 2020 lalu kenaikan harga hingga Rp 12.000-13.000.

"Yang kita sayang kan masyarakat, kalau harganya naik, otomatis ukuran tahunya kita kecilkan sedikit atau kita kurangi jumlahnya," terangnya kepada Serambinews.com, Senin (7/3/2022).

Sebelum harga kedelai melonjak, Sahrin mengaku keuntungan bersih yang ia peroleh mencapai Rp 200-300 juta.

Saat pandemi datang dan harga kedelai naik keuntungan mencapai Rp 70 juta per tahun.

Baca juga: Bulog Impor Daging 12.000 Ton, Sudah Tiba di Tanjung Priok

Besarnya kebutuhan masyarakat untuk mengkonsumsi tahu dan tempe membuat Sahrin tetap bertahan meski harga meroket.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved