Video
VIDEO Melihat Pabrik Tahu dan Tempe di Aceh Tengah, Bertahan Meski Harga Kedelai Meroket
Sahrin mengaku keuntungan bersih yang ia peroleh biasanya mencapai Rp 200-300 juta, dan saat ini keuntungan mencapai Rp 70 juta per tahun.
Penulis: Romadani | Editor: Hari Mahardhika
Laporan Romadani | Aceh Tengah
SERAMBINEWS.COM, TAKENGON - Salah satu pabrik produksi tahu dan tempe di Takengon mengalami kendala saat harga kedelai naik selama dua tahun terakhir.
Amatan serambinews.com, pada Selasa (7/3/2022), rumah produksi tahu dan tempe Okta Gelelungi, yang berada di Kecamatan Pegasing Kabupaten Aceh Tengah, terlihat sejumlah karyawan sedang beraktivitas membersihkan kedelai hingga memotong tahu yang akan dipasarkan.
Pemilik Pabrik, Sahrin (35), mengatakan, bahan baku kedelai yang ia gunakan merupakan barang impor, yang ia pesan dari Kota Medan Sumatera Utara setiap pekannya.
Meski tak terkendala soal langkanya kedelai, Sahrin mengeluhkan harga beli kedelai mulai melambung tinggi selama dua tahun terakhir atau sejak mulainya pandemi covid 19 mewabah dunia.
Sebelumnya harga kedelai mulai Rp 7.000 sampai Rp 8.000, namun mulai awal tahun 2020 lalu kenaikan mencapai Rp 12.000 hingga Rp 13.000.
Sahrin mengaku keuntungan bersih yang ia peroleh biasanya mencapai Rp 200-300 juta, dan saat ini keuntungan mencapai Rp 70 juta per tahun.
Besarnya kebutuhan masyarakat untuk mengkonsumsi tahu dan tempe membuat Sahrin tetap bertahan meski harga meroket.
Dalam sehari, pabriknya memproduksi tahu sebanyak 600 Kg, sedangkan tempe hanya 200 Kg.
Narator: Ulfa Jazila
Video Editor: Hari Mahardhika