Breaking News:

Berita Bireuen

Tiga Korban Jembatan Gantung Ambruk Dirujuk ke RSUD dr Fauziah Bireuen

Sedangkan tujuh korban lainnya sebagian sudah diperbolehkan pulang dan masih ada yang sedang menjalani perawatan di Puskesmas Peusangan Siblah Krueng

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Muhammad Hadi
foto Puskesmas Peusangan Siblah Krueng
Petugas medis UGD Puskesmas Peusangan Siblah Krueng menangani korban jatuh akibat ambruknya jembatan gantung Awe Geutah Paya, Senin (14/03/2022) 

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Tiga orang dari sepuluh korban jatuh ke sungai akibat jembatan gantung Awe Geutah Paya-Teupin Reudeup, Peusangan Selatan Bireuen ambruk setelah menjalani perawatan di
Puskesmas Peusangan Siblah Krueng, sudah dirujuk ke IGD RSUD Bireuen.

Sedangkan tujuh korban lainnya sebagian sudah diperbolehkan pulang dan masih ada yang sedang menjalani perawatan di Puskesmas Peusangan Siblah Krueng.

Hal itu disampaikan Kepala UPTD Puskesmas Peusangan Siblah Krueng, Bireuen, Lisa Rita SKM saat UGD Puskesmas tersebut paska kejadian dan juga korban telah mendapat penanganan medis.

Kepala Puskesmas mengatakan belum mengetahui persis bagaimana kejadiannya, tiba-tiba sejumlah warga mengalami luka berat dan ringan dibawa bersamaan ke UGD sekitar 20 orang.

Baca juga: Jembatan Gantung Awe Geutah-Teupin Reudeup Ambruk, Akses Warga Terputus

"Saat pasien datang, petugas medis langsung melakukan penanganan dari jumlah  20 orang.

10  korban diantaranya dirawat dan tiga luka berat, lainnya korban luka ringan sudah diperbolehkan  pulang usai mendapat penanganan, tiga korban dirujuk ke RSUD dr Fauziah Bireuen," jelasnya.

Adapun tiga korban yang sudah dirujuk ke Bireuen yaitu Lukman Budiman warga  Gampong dan Iswadi (46)  warga  Teupin Reudeup, Peusangan Selatan dan Arman Maulana (13) warga Desa Awe Geutah Paya, Peusangan Siblah Krueng.

Sedangkan tujuh lainnya masih dalam penanganan di Puskesmas Peusangan Siblah Krueng yaitu Irfan Maulana (15) dan Mursal warga Teupin Reudeup, Peusangan Selatan, Ryski Yansyah (10), dan Herman (45), warga Awe Geutah Paya. Korban lainnya, Mukhlis (32), Atta Rudin (32), Syamaun Ibrahim (55)  juga warga Awe Geutah Paya.

Baca juga: Tenggelam Saat Mencari Ikan, Seorang Warga Takengon Ditemukan Meninggal Dunia

Herman, salah seorang korban yang sedang dirawat di Puskesmas Peusangan Siblah Krueng menjelaskan, sebelum kejadian, dia lagi berada di warung kopi di Gampong Awe Geutah Paya.

Kemudian memperoleh informasi ada warga menemukan ceceran bercak darah di lantai jembatan
gantung, lalu Herman dan warga langsung pergi memastikan ke jembatan tersebut. 

Singkat cerita saat mendampingi anggota polisi yang sedang mengecek darah, di luar dugaan jembatan gantung itu putus dan ambruk sehingga Herman dan sejumlah warga berada di atas jembatan jatuh ke
bawah kecebur dalam sungai.

"Saat dia pun berusaha selamatkan diri ke pinggir sungai dan sempat melihat sejumlah orang masih tergantung di jembatan, masyarakat berada di lokasi juga turut membantu korban yang terjatuh," jelasnya. (*)

Baca juga: Eksekusi Massal Terbesar Dilakukan di Arab Saudi Ketika Dunia Lagi Fokus ke Rusia-Ukraina

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved