Breaking News:

Berita Bener Meriah

Wabup Dailami Minta Reje Kampung di Bener Meriah Harus Terampil Di Era Digital

“Saat ini kita memasuki dunia digitalisasi, segala urusan dilakukan dengan menggunakan aplikasi, baik itu dalam pengurusan data ataupun dalam urusan.

Penulis: Budi Fatria | Editor: Nurul Hayati
For Serambinews.com
Wakil Bupati Bener Meriah, Dailami. 

“Saat ini kita memasuki dunia digitalisasi, segala urusan dilakukan dengan menggunakan aplikasi, baik itu dalam pengurusan data ataupun dalam urusan keuangan,” kata Dailami dalam sambutannya.

Laporan Budi Fatria | Bener Meriah

SERAMBINEWS.COM, REDELONG - Wakil Bupati Bener Meriah, Dailami meminta kepada reje kampung (kepala desa), di kabupaten setempat harus terampil di era digitalisasi ini.

Hal itu disampaikan Dailami saat membuka acara sosialisasi kebijakan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil bagi reje kampung Se-Kabupaten Bener Meriah, di Aula Dinas Pendidikan setempat, Selasa (15/3/2022).

“Saat ini kita memasuki dunia digitalisasi, segala urusan dilakukan dengan menggunakan aplikasi, baik itu dalam pengurusan data ataupun dalam urusan keuangan,” kata Dailami dalam sambutannya.

Menurut Dailami, di era digitalisasi ini, reje kampung harus lebih terampil, lebih cepat, dan lebih tanggap dalam pemberdayaan pelayanan public maupun pemberdayaan masyarakat.

"Layanan digital menjadi tuntutan yang mampu mendekatkan pemerintah desa dengan masyarakat,” ujar dailami.

Dia juga menyampaikan, hakikatnya transformasi digital tidak hanya mengubah layanan konvensional menjadi layanan daring. 

Bukan pula untuk sekedar membangun aplikasi.

Baca juga: Awaluddin Jabat Reje Kampung Celala untuk Periode Kedua

Upaya pemerintah daerah Bener Meriah untuk meningkatkan kapasitas aparatur desa, diwujudkan dengan sosialisasi dan pelatihan. 

Disisi lain Dailami mengharapkan, reje kampung dan aparaturnya harus teliti dan telaten dalam menginput data warganya.

Sehingga tidak lagi ditemukan kesalahan-kesalahan yang dapat merugikan warga.

“Lakukan pendataan dengan baik, dalam pendataan masyarakat jangan ada kesalahan, cross check lah terlebih dahulu sebelum data tersebut difinalkan,”pintanya.

Wakil Bupati Bener Meriah itu juga meminta agar reje kampung dan aparaturnya harus menjaga kekompakan.

Sehingga tidak mudah terhasut dengan hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri maupun pemerintahan kampungnya.

Sementara itu Kepala Disdukcapil Bener Meriah Sasmanto, SE dalam laporannya menyebutkan, sosialisasi kebijakan administrasi kependudukan bagi reje kampung se-Kabupaten Bener Meriah itu bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan informasi para reje terkait tugas pembantuan yang diamanahkan oleh aturan perundang-undangan tentang administrasi kependudukan yang didalamnya memuat kebijakan, tata cara, mekanisme pembuatan serta persyaratan pengurusan dokumen kependudukan di tingkat kampung.

“Diharapkan sosialisasi ini dapat memberikan pemahaman kepada reje kampung tentang administrasi kependudukan dan bagaimana sistem kerjanya serta kebijakan penduduk dari reje kampung terkait program-program yang telah dilahirkan oleh pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten. Sehingga target pemerintah pusat kepada pemerintah kabupaten dalam hal mengejar kepemilikan dokumen kependudukan dapat terwujud,” jelasnya.

Diketahui, kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Bener Meriah dilaksanakan selama dua hari terhitung sejak tanggal 15-16 Maret 2022. (*)

Baca juga: VIDEO 47 Reje Kampung se-Bener Meriah Dilantik di Tugu Sejarah Radio Rimba Raya

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved